kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Ferrari Luncurkan Mobil Listrik Pertama “Luce”, Taruhan Baru di Era EV Premium


Senin, 25 Mei 2026 / 17:32 WIB
Ferrari Luncurkan Mobil Listrik Pertama “Luce”, Taruhan Baru di Era EV Premium
ILUSTRASI. Ferrari Luce resmi meluncur! Mobil listrik 4 pintu ini dibanderol lebih dari 500.000 euro. (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - ROMA. Saat para produsen mobil sport dunia mulai mengerem ambisi transisi ke kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), Ferrari justru mengambil langkah besar dengan meluncurkan mobil listrik penuh pertamanya pada Senin (25/5/2026).

Mobil bernama Luce, yang dalam bahasa Italia berarti “cahaya”, menjadi tonggak baru bagi Ferrari dalam memasuki era elektrifikasi. Kendaraan empat pintu ini diklaim mampu melaju hingga 310 kilometer per jam dengan harga lebih dari 500.000 euro atau sekitar US$ 586.000.

Ferrari mempertaruhkan reputasinya untuk membuktikan bahwa mobil listrik tetap dapat menghadirkan sensasi berkendara khas Ferrari meskipun tanpa suara raungan mesin berbahan bakar bensin.

Studio desain LoveFrom milik mantan desainer Jony Ive turut terlibat dalam pengembangan Luce. Sumber Reuters menyebut mobil ini memiliki dimensi besar dengan tampilan yang berbeda dari model Ferrari pada umumnya.

“Ini adalah risiko dan semacam taruhan,” ujar Phil Dunne, Managing Director di konsultan Grant Thornton Stax.

Baca Juga: Hadapi Efek Krisis Timur Tengah, Jepang Siapkan Anggaran Tambahan 3 Triliun Yen

“Namun ini langkah yang baik karena mereka menjadi pelopor.” tambahnya.

Peluncuran Luce di Roma menandai hasil dari persiapan panjang Ferrari dalam elektrifikasi, mulai dari pengembangan sistem hybrid Formula One lebih dari satu dekade lalu hingga peluncuran model jalan raya hybrid sejak 2019.

Ferrari menyebut pengiriman pertama kepada konsumen akan dimulai pada Oktober tahun ini.

Di bawah kepemimpinan CEO Benedetto Vigna, Ferrari telah menggelontorkan investasi besar untuk elektrifikasi, termasuk membangun fasilitas baru bernama “e-building” di markas legendarisnya di Maranello, Italia.

Tren Mobil Sport Listrik Mulai Diragukan

Peluncuran Luce hadir di tengah meningkatnya keraguan terhadap pasar mobil sport listrik.

Reuters sebelumnya melaporkan Ferrari menunda rencana peluncuran model listrik keduanya setidaknya hingga 2028 akibat lemahnya permintaan. Sementara rival sesama Italia, Lamborghini, membatalkan rencana menghadirkan mobil listrik pada 2030 karena minimnya minat pelanggan.

Baca Juga: Timnas Kongo Bersikeras Tampil di Piala Dunia di Tengah Wabah Ebola

Analis Car Industry Analysis, Felipe Munoz, menilai Ferrari memang tidak berharap Luce menjadi model dengan penjualan besar. Menurutnya, mobil ini lebih berfungsi sebagai simbol inovasi di tengah dominasi produsen China dalam pengembangan EV premium.

Produsen otomotif China BYD bahkan telah mengembangkan supercar listrik Yangwang U9 yang mampu melompat dan menari.

“Anda mungkin belum membutuhkan supercar listrik saat ini. Namun elektrifikasi akan bertahan dalam jangka panjang dan Ferrari perlu bergerak. Mereka harus mendefinisikan seperti apa elektrifikasi mewah sebelum pihak lain melakukannya,” kata Munoz.

Tantangan Ferrari Menjaga Identitas

Tantangan terbesar Ferrari adalah mempertahankan identitas mereknya di tengah penggunaan teknologi baru.

Selama ini, merek performa tinggi dikenal lewat suara mesin, sensasi akselerasi, dan pengalaman berkendara emosional. Namun mobil listrik menghadapi keterbatasan baterai yang berat serta karakter tenaga yang berbeda dibanding mesin bensin.

Saat memperkenalkan teknologi Luce pada Oktober lalu, Ferrari menjelaskan bahwa mobil ini dibekali sistem suara khusus yang dirancang untuk memperkuat getaran dari powertrain listrik sehingga menghasilkan karakter suara khas Ferrari, bukan sekadar suara mesin palsu.

“Tiga hal yang selalu diasosiasikan orang dengan Ferrari adalah tampilannya, suaranya, dan sensasi berkendaranya,” ujar Dunne.

“Dengan beralih ke listrik, mereka harus menghadirkan semuanya dengan cara yang berbeda.” terangnya.

Ferrari juga mulai menyesuaikan target elektrifikasinya. Mobil listrik penuh kini diproyeksikan hanya mencakup 20% dari total lini produk pada 2030, turun dari target sebelumnya sebesar 40%.

Baca Juga: Iran dan AS Kompak Redam Ekspektasi Kesepakatan Damai dalam Waktu Dekat

Pabrikan mobil mewah tersebut juga memastikan tetap memproduksi model hybrid dan kendaraan bermesin pembakaran internal konvensional.

Menjangkau Generasi Baru Konsumen Kaya

Ferrari berharap Luce dapat membantu menjangkau generasi baru pembeli kaya yang lebih terbuka terhadap kendaraan listrik.

Selain itu, kenaikan harga bahan bakar akibat konflik Iran turut meningkatkan daya tarik mobil listrik di segmen premium.

CEO Ferrari Benedetto Vigna pada Februari lalu mengatakan perusahaan akan membuka pre-order Luce mulai Maret setelah menerima respons awal pelanggan yang “sangat positif”.

Meski tidak semua penggemar Ferrari akan tertarik pada mobil listrik, perusahaan optimistis generasi muda tetap ingin memiliki Ferrari EV, sementara pelanggan tradisional ultra-kaya kemungkinan juga ingin menambahkannya ke garasi mereka.

“Mobil ini memang tidak akan menarik seluruh basis pelanggan Ferrari,” ujar Dunne. “Namun mobil ini akan menarik bagi sebagian konsumen.”




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×