kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Filipina evaluasi larangan mata uang


Senin, 07 Desember 2015 / 13:21 WIB
Filipina evaluasi larangan mata uang


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

MANILA. Bank sentral Filipina mengevaluasi kebijakan pelarangan mata uang, termasuk kemungkinan menaikkan batasan nilai uang yang bisa di bawa masuk dan keluar dari Filipina oleh pelancong yang saat ini sebesar 10.000 peso (US$ 212). Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan transaksi perdagangan.

"Jika kita lihat, masih ada sejumlah larangan yang dapat mencegah transaksi perdagangan lintas batas. Kami akan mengevaluasi hambatan atau batasan tersebut," jelas Deputi Gubernur Diwa Guinigundo.

Selain itu, lanjutnya, departemen operasional internasional bank sentral akan memberikan sejumlah rekomendasi.

Sekadar tambahan informasi, sejak 2007, Bangko Sentran ng Pilipinas sudah mengimplementasikan sejumlah kebijakan reformasi mata uang, termasuk melonggarkan peraturan pembelian mata uang asing dan pinjaman.

Sepanjang tahun ini, peso Filipina masih keok 5%. Meski demikian, peso masih menjadi mata uang Asia dengan performa terbaik bersama dengan rupiah Indonesia.

Sebelumnya, pada Februari lalu, Gubernur Bank Sentral Filipina Armando Tetangco menjelaskan, transparansi dan fleksibilitas pada transaksi maya uang asing membantu perencanaan market menjadi lebih baik. Dari pengalaman yang ada, kebijakan ini cukup efektif membantu bank sentral dalam menangani ketidakstabilan dari eksternal.




TERBARU

[X]
×