kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.963   51,00   0,28%
  • IDX 6.027   -44,02   -0,73%
  • KOMPAS100 778   -6,50   -0,83%
  • LQ45 596   -4,88   -0,81%
  • ISSI 209   -1,63   -0,77%
  • IDX30 330   -2,59   -0,78%
  • IDXHIDIV20 421   -3,15   -0,74%
  • IDX80 89   -0,76   -0,84%
  • IDXV30 114   -0,62   -0,54%
  • IDXQ30 108   -0,54   -0,50%

Filipina: Kehadiran ratusan kapal China bisa memicu permusuhan yang tidak diinginkan


Senin, 05 April 2021 / 15:15 WIB
ILUSTRASI. Kapal perang Angkatan Laut Filipina.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Duterte sebelumnya mengatakan, menantang China berisiko memulai perang.

Filipina bulan lalu mengajukan protes diplomatik tentang kehadiran 220 kapal China yang "mengerumuni dan mengancam" yang diyakini diawaki oleh milisi di Whitsun Reef, sebuah sikap yang didukung oleh Amerika Serikat.

Kapal-kapal tersebut telah menyebar ke daerah lain di ZEE Filipina.

Brunei, Malaysia, Taiwan, Cina, dan Vietnam juga memiliki klaim yang bersaing untuk pulau dan fitur di area tersebut.

Baca Juga: Kapal China masih di Laut China Selatan, AS dan Filipina pererat koordinasi

Panelo menyatakan, Filipina tidak akan dibutakan oleh gerakan kemanusiaan China di tengah pelanggaran hukum internasional dan hak kedaulatannya, merujuk pada vaksin virus corona baru yang disumbangkan oleh Beijing.

Kedutaan Besar China di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters. Tapi sebelumnya, China menyebutkan, kapal-kapal itu berlindung dari cuaca buruk dan tidak ada milisi di atasnya.

Senator oposisi Risa Hontiveros menuntut orang China yang "keras kepala" segera meninggalkan wilayah ZEE Filipina. "Kami sedang menghadapi pandemi dan China menyebabkan masalah baru," ujarnya, seperti dilansir Reuters.

Selanjutnya: Ratusan kapal milisi China makin menyebar di Laut China Selatan, Filipina berang




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×