kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Fokus ke AI, Kapitalisasi Pasar Alphabet Tembus US$ 4 Triliun


Senin, 12 Januari 2026 / 23:06 WIB
Fokus ke AI, Kapitalisasi Pasar Alphabet Tembus US$ 4 Triliun
ILUSTRASI. Alphabet (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kapitalisasi pasar Alphabet, induk perusahaan Google, mencapai US$ 4 triliun pada Senin (12/1/2026). Capaian ini didorong oleh strategi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) yang semakin tajam, yang berhasil meredakan keraguan investor terhadap arah bisnis perusahaan dan menempatkannya kembali di garis depan persaingan teknologi global berisiko tinggi.

Pada Rabu lalu, raksasa teknologi tersebut melampaui Apple dalam nilai kapitalisasi pasar untuk pertama kalinya sejak 2019, menjadikannya perusahaan paling bernilai kedua di dunia.

Pencapaian ini menandai perubahan signifikan dalam sentimen investor terhadap Alphabet. Sepanjang tahun 2025, saham Alphabet melonjak sekitar 65%, mengungguli saham-saham teknologi unggulan Wall Street yang tergabung dalam kelompok yang dikenal sebagai Magnificent Seven.

Baca Juga: Manuver Besar Liverpool: Krisis Bek, Prioritas Szoboszlai, Konate Terancam

Hingga awal tahun ini, saham Alphabet telah naik sekitar 6% dan pada perdagangan terakhir tercatat menguat 1,1%.

Perubahan sentimen tersebut didorong oleh keberhasilan Alphabet meredam kekhawatiran bahwa perusahaan telah kehilangan keunggulan awal di bidang AI. Unit Google Cloud yang sebelumnya kurang mendapat perhatian kini berkembang menjadi mesin pertumbuhan utama, serta menarik investasi langka dari Berkshire Hathaway milik investor kawakan Warren Buffett.

Model AI terbaru Alphabet, Gemini 3, juga mendapat ulasan positif, meningkatkan tekanan terhadap OpenAI setelah peluncuran GPT-5 dinilai kurang memuaskan oleh sebagian pengguna.

Dalam laporan Reuters, Samsung Electronics disebut berencana menggandakan jumlah perangkat selulernya yang dilengkapi fitur AI berbasis Gemini milik Google sepanjang tahun ini.

Pendapatan Google Cloud melonjak 34% pada kuartal ketiga, sementara nilai kontrak penjualan yang belum diakui (backlog) meningkat menjadi US$155 miliar.

Pertumbuhan pesat unit ini juga ditopang oleh langkah Alphabet menyewakan chip AI hasil pengembangan internal—yang sebelumnya hanya digunakan secara internal—kepada pelanggan eksternal.

Mencerminkan tingginya permintaan, media The Information melaporkan bahwa Meta Platforms tengah bernegosiasi untuk menggelontorkan dana miliaran dolar guna menggunakan chip Alphabet di pusat data mereka mulai 2027.

Sementara itu, bisnis iklan yang menjadi sumber pendapatan utama Alphabet tetap relatif stabil meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global dan persaingan yang ketat.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Melemah Setelah Serangan Pemerintahan Trump Terhadap The Fed

Alphabet menjadi perusahaan keempat di dunia yang mencapai kapitalisasi pasar US$ 4 triliun, setelah Nvidia, Microsoft, dan Apple.

Saham Alphabet juga mendapat dorongan positif setelah seorang hakim Amerika Serikat pada September lalu memutuskan untuk tidak memecah perusahaan, sehingga Alphabet tetap dapat mempertahankan kendali atas peramban Chrome dan sistem operasi seluler Android.

Selanjutnya: Manuver Besar Liverpool: Krisis Bek, Prioritas Szoboszlai, Konate Terancam

Menarik Dibaca: Segera Singkirkan! Ini 4 Benda Pembawa Sial di Tahun 2026 Menurut Feng Shui


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×