kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

G-7 janji tidak ada perang mata uang


Rabu, 13 Februari 2013 / 06:42 WIB
ILUSTRASI. Contoh kamar mandi berwarna hijau. Foto: Instagram @peas.in.my.pod


Sumber: Bloomberg | Editor: Uji Agung Santosa

London. Negara-negara industri dunia berjanji untuk menghindari upaya devaluasi nilai tukar mata uang untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Janji itu dilakukan untuk menenangkan kekhawatiran adanya perang mata uang yang merebak.  


Janji diungkapkan dalam pernyataan bersama menteri keuangan dan gubernur bank sentral yang tergabung dalam G-7. "Kebijakan fiskal dan moneter tetap berorientasi untuk memenuhi tujuan kami masing-masing di dalam negeri dengan menggunakan instrumen domestik. Kami tidak akan menargetkan nilai tukar," katanya.


 Negara G-7 terdiri dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, dan Prancis. Perang mata uang dikhawatirkan bakal terjadi seiring dengan kebijakan Jepang yang ingin melemahkan nilai tukar yen untuk mengejar peningkatan ekspor dan meningkatkan inflasi dan dikhawatirkan diikuti negara lain di Eropa dan Korea Selatan. "Tidak ada upaya serius menghentikan yen jatuh," kata Adam Cole, kepala global strategi valuta asing Royal Bank of Canada.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×