kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

G-7 janji tidak ada perang mata uang


Rabu, 13 Februari 2013 / 06:42 WIB
ILUSTRASI. Contoh kamar mandi berwarna hijau. Foto: Instagram @peas.in.my.pod


Sumber: Bloomberg | Editor: Uji Agung Santosa

London. Negara-negara industri dunia berjanji untuk menghindari upaya devaluasi nilai tukar mata uang untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Janji itu dilakukan untuk menenangkan kekhawatiran adanya perang mata uang yang merebak.  


Janji diungkapkan dalam pernyataan bersama menteri keuangan dan gubernur bank sentral yang tergabung dalam G-7. "Kebijakan fiskal dan moneter tetap berorientasi untuk memenuhi tujuan kami masing-masing di dalam negeri dengan menggunakan instrumen domestik. Kami tidak akan menargetkan nilai tukar," katanya.


 Negara G-7 terdiri dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, dan Prancis. Perang mata uang dikhawatirkan bakal terjadi seiring dengan kebijakan Jepang yang ingin melemahkan nilai tukar yen untuk mengejar peningkatan ekspor dan meningkatkan inflasi dan dikhawatirkan diikuti negara lain di Eropa dan Korea Selatan. "Tidak ada upaya serius menghentikan yen jatuh," kata Adam Cole, kepala global strategi valuta asing Royal Bank of Canada.




TERBARU

[X]
×