kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Gara-gara corona, nyaris setengah juta perusahaan di China gulung tikar


Senin, 06 April 2020 / 15:18 WIB
Gara-gara corona, nyaris setengah juta perusahaan di China gulung tikar
ILUSTRASI. Susana kota Wuhan, China. Nyaris lima ratus ribu perusahaan di China tutup karena tersengat dampak wabah corona. RUETERS/Aly Song


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

Pada bulan Maret, produsen tote bags dan mainan lokal yang berorientasi ekspor di kota itu, Dongguan Fantastic Toy Company, runtuh setelah pesanan luar negeri mengering dan meninggalkan beberapa pekerja dengan gaji yang tidak dibayar.

Pemilik bisnis lain di China yang tidak mampu lagi mempertahankan operasi menghadapi sejumlah rintangan sebelum mereka dapat meninggalkan perusahaan.

Baca Juga: Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dikabarkan akan umumkan keadaan darurat

Jika sebuah perusahaan yang bangkrut ingin membatalkan pendaftaran perusahaannya, perusahaan tersebut harus melalui prosedur kebangkrutan atau menunjukkan laporan likuidasi yang menyatakan bahwa mereka tidak memiliki hutang atau kewajiban lain yang belum dibayar.

Setelah pemegang saham atau kreditor mengajukan kebangkrutan, pengadilan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menerima kasus ini, diikuti dengan proses verifikasi yang panjang, pertemuan kreditor dan penjualan aset. 

“Saya memprediksi lonjakan kebangkrutan akan terjadi tidak lama setelah situasi tenang. Kami tahu banyak perusahaan sudah ada di ambang kebangkrutan. Hanya saja mereka tidak perlu menyatakan atau mengajukan kebangkrutan segera," kata Li Haifeng, seorang mitra di Baker McKenzie FenXun.

Baca Juga: Kabar baik! Pertama sejak puncak, Korsel laporkan kurang dari 50 kasus corona


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×