kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Gawat! Kasus baru virus corona kini lebih banyak di luar China


Rabu, 26 Februari 2020 / 21:15 WIB
Gawat! Kasus baru virus corona kini lebih banyak di luar China
ILUSTRASI. Seorang umat Katolik Filipina memakai masker berlutut untuk berdoa selama misa Rabu Abu di Gereja Bunda Maria Penolong Abadi, Kota Paranaque, Metro Manila, Filipina, 26 Februari 2020.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Kondisi berbalik. Sekarang, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, lebih banyak kasus baru virus corona yang dilaporkan setiap hari di luar China dibanding di Tiongkok.

Melansir Channelnewsasia.com, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, untuk pertama kalinya, jumlah kasus baru yang dilaporkan di luar China pada Selasa (25/2) melebihi yang Beijing sampaikan.

Badan kesehatan PBB itu menyebutkan, jumlah kasus baru Covid-19 di China pada Selasa hanya 411. Sementara jumlah kasus anyar Covid-19 di luar negeri tembok raksasa mencapai 427.

Baca Juga: Virus corona mendarat di Amerika Latin, Brasil laporkan kasus pertama

Saat ini, pemerintah di seluruh dunia berjuang untuk mencegah penyebaran virus corona baru setelah lonjakan infeksi di Italia, Iran, dan Korea Selatan.

"Peningkatan tiba-tiba kasus di negara-negara itu sangat memprihatinkan. Tapi, virus itu masih bisa dikendalikan dan tidak menjadi pandemi," kata Tedros di hadapan para diplomat di Jenewa, Rabu (26/2).

"Kita seharusnya tidak terlalu bersemangat untuk menyatakan pandemi tanpa analisis fakta yang cermat dan berpikiran jernih," ujar Tedros. "Deklarasi semacam itu memberi sinyal bahwa kita tidak bisa lagi membendung virus".

Baca Juga: Prancis umumkan korban virus corona kedua

"Kita berada dalam pertarungan yang bisa dimenangkan jika kita melakukan hal yang benar," tegas Tedros.

Tetapi, Tedros menegaskan, WHO tidak akan ragu untuk menyatakan pandemi jika itu adalah deskripsi akurat dari situasi tersebut. "Saya tidak meremehkan keseriusan situasi atau potensi ini menjadi pandemi, karena ada potensi itu," katanya.

"Semua negara, apakah mereka mempunyai kasus atau tidak, harus bersiap menghadapi potensi pandemi," ungkap Tedros.

Tedros menambahkan, infeksi yang terkait dengan Iran telah terkonfirmasi di Bahrain, Irak, Kuwait, dan Oman. Sedang kasus-kasus terkait dengan Italia ditemukan di Aljazair, Austria, Kroasia, Jerman, Spanyol, dan Swiss.

Baca Juga: Kasus virus corona baru di Jerman, satu orang pasien dalam kondisi kritis

Pada Rabu (26/2), mengutip Channelnewsasia.com, Italia mengumumkan kematian ke-12 akibat wabah Covid-19 dan lonjakan kasus baru sehingga total menjadi 374.

Korea Selatan, yang memiliki 1.261 kasus, terbanyak di luar China, melaporkan 284 kasus baru termasuk seorang tentara Amerika Serikat (AS), ketika mereka menyiapkan rencana ambisius untuk menguji lebih dari 200.000 jemaat gereja di Daegu, pusat wabah.

Sementara di Iran, juru bicara Kementerian Kesehatan Kianush Jahanpur mengatakan pada Rabu (26/2) dalam sebuah pengumuman di TV, sebanyak 19 orang meninggal dan 139 terinfeksi virus corona.



TERBARU

[X]
×