kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   0,00   0,00%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Gelombang Panas Tewaskan 61 Orang di Thailand


Jumat, 10 Mei 2024 / 20:26 WIB
ILUSTRASI. Gelombang panas telah menewaskan 61 orang tahun ini di Thailand. REUTERS/Athit Perawongmetha


Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Gelombang panas telah menewaskan 61 orang tahun ini di Thailand, menurut data terbaru Kementerian Kesehatan negara itu, Jumat (10 Mei 2024).

Jumlah ini jauh lebih tinggi dari angka 37 korban jiwa sepanjang tahun lalu.

Gelombang panas yang luar biasa sedang melanda negeri “Gajah Putih” dalam beberapa minggu terakhir, memaksa otoritas mengeluarkan peringatan setiap hari tentang cuaca panas yang menyengat.

Kawasan timur laut yang merupakan jantung pertanian Thailand mencatatkan angka kematian tertinggi.

Pada bulan April, suhu 44,2 derajat Celsius tercatat di provinsi Lampang, Thailand Utara, terpaut tipis di bawah rekor nasional sepanjang sejarah yaitu 44,6 derajat Celsius tahun 2023 lalu.

Baca Juga: Inilah Penyebab Cuaca Panas di Indonesia Belakangan Ini, Ternyata Bukan Heatwave

Para ilmuwan telah lama memperingatkan bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia akan menghasilkan gelombang panas yang lebih sering, lebih lama, dan lebih intens.

Meskipun fenomena El Nino menjadi penyebab utama cuaca panas yang luar biasa tahun ini, Asia juga mengalami pemanasan lebih cepat daripada rata-rata global, menurut Organisasi Meteorologi Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Apichart Vachiraphan, pejabat Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, memperingatkan orang-orang dengan kondisi kesehatan untuk membatasi kegiatan di luar rumah.

Tahun ini, Thailand mengalami keterlambatan musim hujan, dengan cuaca panas terik berlangsung lebih lama dari biasanya.

Badai yang menurunkan suhu telah melanda sebagian negeri kerajaan itu minggu ini, tetapi juga memicu peringatan tentang potensi banjir bandang.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×