kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   0,00   0,00%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Geopolitik Global: Aliansi Putin-Xi Mengguncang Status Taiwan


Senin, 02 Februari 2026 / 07:17 WIB
Geopolitik Global: Aliansi Putin-Xi Mengguncang Status Taiwan
ILUSTRASI. Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu kembali nyatakan dukungan pada 'Satu China'. Ini alasannya kunjungan ke Beijing. (Jason Lee/NULL)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Sergei Shoigu, menegaskan bahwa Rusia terus mendukung posisi China terkait Taiwan. Hal itu disampaikan Shoigu kepada Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Rusia, TASS, pada Minggu (1/2).

Reuters melaporkan, dalam beberapa tahun terakhir, China dan Rusia semakin mempererat hubungan dan bahkan mendeklarasikan kemitraan strategis “tanpa batas” beberapa hari sebelum Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim puluhan ribu pasukan ke Ukraina pada Februari 2022.

China memandang Taiwan, yang diperintah secara demokratis, sebagai bagian dari wilayahnya. Beijing juga tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan kembali di bawah kendalinya. China menawarkan model “satu negara, dua sistem” seperti di Hong Kong, meski tidak ada partai politik besar di Taiwan yang mendukung skema tersebut.

Rusia sendiri telah berulang kali menyatakan menentang kemerdekaan Taiwan dalam bentuk apa pun dan menganggap pulau tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari China.

“Kami melihat pihak-pihak yang tidak bersahabat dengan China terus berupaya mengganggu stabilitas di Selat Taiwan. Dari pihak kami, saya ingin menegaskan kembali dukungan kami yang konsisten dan tidak tergoyahkan kepada Beijing dalam isu Taiwan,” ujar Shoigu, dikutip TASS.

Baca Juga: Ketegangan Iran-AS Memuncak: Ini Titik Balik Ancaman Khamenei

Ia menambahkan bahwa Rusia mengakui pemerintah Republik Rakyat China sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah yang mewakili seluruh China.

Shoigu, yang merupakan mantan menteri pertahanan Rusia, tiba di China pada Minggu. Dewan Keamanan Rusia menyebutkan bahwa Shoigu dan Wang Yi akan membahas berbagai isu keamanan dalam pertemuan mereka.

Kunjungan ini berlangsung di tengah pembicaraan antara Rusia, Ukraina, dan pejabat Amerika Serikat yang bertujuan mengakhiri konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun.

Tonton: Airlangga Gelar Rapat Cari Pengganti Pejabat BEI dan OJK yang Mundur Massal

Sebelumnya, Shoigu juga bertemu Wang Yi pada Desember lalu di Moskow.

Selanjutnya: Berharap Gejolak IHSG Mereda

Menarik Dibaca: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Senin (2/2/2026) Stagnan




TERBARU

[X]
×