kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Goldman Sachs Memangkas Proyeksi Harga Minyak


Senin, 17 Maret 2025 / 23:00 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: The ticker symbol and logo for Goldman Sachs is displayed on a screen on the floor at the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., December 18, 2018. REUTERS/Brendan McDermid/File Photo


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Goldman Sachs memangkas perkiraan harga minyak. Ini karena kenaikan tarif AS yang dapat mengurangi prospek pertumbuhan ekonomi secara global.  

Goldman Sachs menurunkan prediksi harga minyak Brent akhir tahun sebesar US$ 5 jadi US$ 71. Proyeksi ini mengikuti penurunan harga minyak mentah dari puncaknya pada Januari 2025, akibat pasokan yang melimpah. 

Harga minyak Brent diperkirakan di bergerak antara US$ 65-US$ 80 per barel tahun ini. Di 2026, rata-rata harga di US$ 68 per barel.

"Harga sudah turun US$ 10 per barel sejak pertengahan Januari, lebih besar dari prediksi kami," jelas Daan Struyen analis Goldman Sachs, dalam riset, seperti dikutip Reuters, kemarin. Goldman Sachs juga memperkirakan permintaan minyak akan naik 900.000 barel per hari pada Januari.

International Energy Agency (IEA) pekan lalu menyatakan permintaan minyak akan tergerus perang dagang. IEA memprediksi surplus 600.000 barel tahun ini. 
 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×