kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Goldman Sachs Memangkas Proyeksi Harga Minyak


Senin, 17 Maret 2025 / 23:00 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: The ticker symbol and logo for Goldman Sachs is displayed on a screen on the floor at the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., December 18, 2018. REUTERS/Brendan McDermid/File Photo


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Goldman Sachs memangkas perkiraan harga minyak. Ini karena kenaikan tarif AS yang dapat mengurangi prospek pertumbuhan ekonomi secara global.  

Goldman Sachs menurunkan prediksi harga minyak Brent akhir tahun sebesar US$ 5 jadi US$ 71. Proyeksi ini mengikuti penurunan harga minyak mentah dari puncaknya pada Januari 2025, akibat pasokan yang melimpah. 

Harga minyak Brent diperkirakan di bergerak antara US$ 65-US$ 80 per barel tahun ini. Di 2026, rata-rata harga di US$ 68 per barel.

"Harga sudah turun US$ 10 per barel sejak pertengahan Januari, lebih besar dari prediksi kami," jelas Daan Struyen analis Goldman Sachs, dalam riset, seperti dikutip Reuters, kemarin. Goldman Sachs juga memperkirakan permintaan minyak akan naik 900.000 barel per hari pada Januari.

International Energy Agency (IEA) pekan lalu menyatakan permintaan minyak akan tergerus perang dagang. IEA memprediksi surplus 600.000 barel tahun ini. 
 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×