kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.895   -97,00   -0,54%
  • IDX 6.030   20,10   0,33%
  • KOMPAS100 777   3,07   0,40%
  • LQ45 596   3,24   0,55%
  • ISSI 209   0,95   0,46%
  • IDX30 331   2,56   0,78%
  • IDXHIDIV20 423   4,14   0,99%
  • IDX80 89   0,39   0,44%
  • IDXV30 115   0,64   0,56%
  • IDXQ30 108   0,72   0,67%

Goldman Sachs Memangkas Proyeksi Harga Minyak


Senin, 17 Maret 2025 / 23:00 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: The ticker symbol and logo for Goldman Sachs is displayed on a screen on the floor at the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., December 18, 2018. REUTERS/Brendan McDermid/File Photo


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Goldman Sachs memangkas perkiraan harga minyak. Ini karena kenaikan tarif AS yang dapat mengurangi prospek pertumbuhan ekonomi secara global.  

Goldman Sachs menurunkan prediksi harga minyak Brent akhir tahun sebesar US$ 5 jadi US$ 71. Proyeksi ini mengikuti penurunan harga minyak mentah dari puncaknya pada Januari 2025, akibat pasokan yang melimpah. 

Harga minyak Brent diperkirakan di bergerak antara US$ 65-US$ 80 per barel tahun ini. Di 2026, rata-rata harga di US$ 68 per barel.

"Harga sudah turun US$ 10 per barel sejak pertengahan Januari, lebih besar dari prediksi kami," jelas Daan Struyen analis Goldman Sachs, dalam riset, seperti dikutip Reuters, kemarin. Goldman Sachs juga memperkirakan permintaan minyak akan naik 900.000 barel per hari pada Januari.

International Energy Agency (IEA) pekan lalu menyatakan permintaan minyak akan tergerus perang dagang. IEA memprediksi surplus 600.000 barel tahun ini. 
 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×