kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Goldman Sachs Menaikkan Prediksi Harga Minyak Brent Tahun Ini dan Tahun 2026


Sabtu, 01 Februari 2025 / 00:23 WIB
ILUSTRASI. An oil pump jack pumps oil in a field near Calgary, Alberta, July 21, 2014. Pump jacks are used to pump crude oil out of the ground after an oil well has been drilled. REUTERS/Todd Korol


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak brent tahun ini dan tahun 2026. Ini karena adanya penurunan stok minyak komersial di negara-negara anggota Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), yang menyebabkan pasokan minyak menjadi lebih ketat. 

Secara spesifik, Goldman Sachs memperkirakan harga rata-rata minyak brent pada 2025 jadi US$ 78 dari sebelumnya US$ 76 per barel. Di 2026, Goldman Sachs memprediksi harga naik jadi US$ 73, dari proyeksi sebelumnya US$ 71. 

Goldman Sachs juga memperkirakan harga minyak brent bisa mencapai puncaknya di US$ 80 pada April-Mei 2025. Bahkan harga bisa mencapai US$ 93 per barel jika pasokan harus dipangkas 1 juta barel per hari, karena pasokan dari Rusia dan Iran terus dikurangi.

Pasokan minyak negara OECD saat ini 48 juta barel per hari. Goldman Sachs menilai, harga brent juga dapat turun ke kisaran US$ 60 di 2026 jika AS memberlakukan kebijakan tarif impor 10%.
 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×