kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Gubernur Osaka minta pemerintah Jepang mengumumkan keadaan darurat


Senin, 19 April 2021 / 11:03 WIB
Gubernur Osaka minta pemerintah Jepang mengumumkan keadaan darurat
ILUSTRASI. Kasus virus corona di Osaka melonjak


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pemerintah prefektur Osaka akan meminta pemerintah Jepang untuk mengumumkan keadaan darurat di wilayah tersebut. Gubernur Osaka Hirofumi Yoshimura mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk menghambat penyebaran kasus virus corona (Covid-19) yang kembali meningkat.

Osaka dan beberapa prefektur lainnya telah berada dalam keadaan "kuasi-darurat" selama dua minggu, dengan tindakan yang ditargetkan ditujukan untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.

"Hasil dari tindakan ini seharusnya muncul sekarang, tetapi ketika kita melihat jumlah infeksi dari kemarin, ada 1.220 kasus, yang merupakan rekor tertinggi," kata Yoshimura kepada wartawan dalam komentar yang disiarkan secara online.

"Layanan medis juga dalam keadaan yang mengerikan, dan kami telah memutuskan bahwa kami memerlukan keadaan darurat," tegas dia.

Baca Juga: Ekspor Jepang bulan Maret 2021 melonjak 16,1% setahun, tertinggi sejak November 2017  

Osaka, yang merupakan daerah terbesar ketiga di Jepang mulai menunjukkan kenaikan kasus Covid-19 sejak awal bulan ini. Sejumlah rumah sakit di Osaka pun sudah kewalahan dengan jumlah tempat tidur untuk kasus Covid-19 yang parah hampir terisi penuh.

Bahkan, Osaka juga sudah meniadakan pawai Obor Olimpiade yang seharusnya dilakukan awal bulan ini. 

Lonjakan kasus Covid-19 di Jepang terjadi bersamaan dengan ditemukannya mutasi virus corona E48K, yang dianggap lebih ganas dalam penyebarannya. . 

Selanjutnya: Jumlah kematian global akibat corona tembus 3 juta orang




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×