kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Gunung berapi di Filipina meletus, tsunami mengancam


Minggu, 12 Januari 2020 / 23:25 WIB
ILUSTRASI. Gumpalan abu naik ketika Anak Krakatau meletus pada 23 Desember 2018 dalam gambar yang diperoleh dari media sosial.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MANILA. Gunung berapi di dekat Ibu Kota Filipina memuntahkan abu setinggi 15 kilometer pada Ahad (12/1), memaksa ribuan orang mengungsi serta peringatan kemungkinan letusan eksplosif dan tsunami vulkanik.

Gunung Taal, salah satu yang paling aktif di Filipina, terletak di tengah danau, sekitar 70 km arah Selatan Manila. Reuters melaporkan, saat getaran mengguncang daerah itu, kilat vulkanik berkelap-kelip di kolom abu.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) menaikkan tingkat kewaspadaan Taal menjadi 4 dari 5, yang berarti "letusan berbahaya bisa terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari ke depan".

Baca Juga: Tiga orang meninggal akibat gempa berkekuatan 6,4 di Filipina

Phivolcs juga memperingatkan kemungkinan bahaya tsunami vulkanik dan aliran awan panas serta material vulkanik yang cepat bisa menghantam area di sekitar Danau Taal, tempat liburan akhir pekan yang populer bagi warga Manila.

Evakuasi sekitar 8.000 penduduk yang tinggal di sekitar Danau Taal dan kota-kota berisiko tinggi sedang berlangsung. Badan Penanggulangan Bencana Nasional Filipina mengatakan, sebanyak 6.000 orang sudah keluar dari zona bahaya pada Minggu malam.




TERBARU

[X]
×