kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Gunung berapi di Filipina meletus, tsunami mengancam


Minggu, 12 Januari 2020 / 23:25 WIB
Gunung berapi di Filipina meletus, tsunami mengancam
ILUSTRASI. Gumpalan abu naik ketika Anak Krakatau meletus pada 23 Desember 2018 dalam gambar yang diperoleh dari media sosial.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Debu vulkanik Taal terbang hingga Manila, memaksa pembatalan penerbangan di bandara internasional ibu kota yang sibuk. General Manager Ninoy Aquino International Airport Ed Monreal bilang, penangguhan akan berlanjut hingga Senin karena ada abu di landasan.

Pemerintah setempat juga meliburkan sekolah-sekolah pada Senin (13/1) dan mendesak masyarakat untuk tetap tinggal di dalam rumah. Gumpalan abu terlihat jelas dari kota terdekat Tagaytay, tempat pengamatan gunung berapi.

Baca Juga: Topan Bopha menyapu Filipina, 100 orang tewas

Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menginstruksikan pihak berwenang untuk mengevakuasi penduduk dalam jangkauan letusan Taal keluar dari zona bahaya.

"Kami sedang makan siang ketika kami mendengar gemuruh. Kami melihat gunung berapi meletus. Hujan abu turun dan beberapa kerikil jatuh ke tanah," kata Jon Patrick Yen, pelanggan restoran di Tagaytay, kepada Reuters.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×