kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.855   53,00   0,32%
  • IDX 8.249   -41,83   -0,50%
  • KOMPAS100 1.164   -7,45   -0,64%
  • LQ45 836   -5,77   -0,69%
  • ISSI 296   -0,63   -0,21%
  • IDX30 435   -0,60   -0,14%
  • IDXHIDIV20 521   0,64   0,12%
  • IDX80 130   -0,65   -0,50%
  • IDXV30 143   0,93   0,65%
  • IDXQ30 141   -0,18   -0,12%

Kekayaan 50 Orang Terkaya Australia Naik US$ 11 Miliar Sepanjang 2025


Selasa, 10 Februari 2026 / 11:35 WIB
Kekayaan 50 Orang Terkaya Australia Naik US$ 11 Miliar Sepanjang 2025
ILUSTRASI. Gina Rinehart mencatatkan kekayaan US$ 24,6 miliar di 2025 (KONTAN/stvgott)


Sumber: Forbes | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para miliarder Australia tetap sukses menambah kekayaannya, kendati industri di Australia menghadapi ketidakpastian global akibat tarif Amerika Serikat. Forbes mencatat, dalam laporan terbarunya, 50 orang paling kaya di Australia menambah kekayaan US$ 11 miliar, sehingga kekayaan gabungan mencapai US$ 254 miliar.

Gina Rinehart, pemilik perusahaan pertambangan Hancock Prospecting, masih mempertahankan posisi nomor satu. Cuma memang, kekayaan bersihnya turun 15% menjadi US$ 24,6 miliar.

Penyebabnya, bisnis Hancock Prospecting tertekan penurunan harga bijih besi dan regulasi. Sebagai investor awal di industri logam tanah jarang atawa rare earth, Rinehart meningkatkan kepemilikan saham Hancock di MP Materials yang berbasis di AS pada bulan November menjadi 8,4%.

Baca Juga: Setelah ANZ, National Australia Bank (NAB) Pangkas Ratusan Pekerja di Australia

Harry Triguboff, taipan properti, memperkuat posisinya sebagai orang terkaya kedua di Australia. Pendiri perusahaan Meriton Properties ini mencatatkan peningkatan kekayaan sebesar 20% menjadi US$ 22,6 miliar. Perusahaan properti yang berbasis di Sydney tersebut tengah meningkatkan fokus ekspansinya di Gold Coast, Queensland.

Taipan pertambangan Andrew Forrest naik dua peringkat ke posisi ketiga, didukung oleh kenaikan saham raksasa bijih besi Fortescue. Kenaikan saham tersebut membantu Forrest meningkatkan kekayaan bersihnya sebesar US$ 4 miliar menjadi US$ 20,1 miliar.

Forrest memiliki pandangan optimistis terhadap emas. Hal tersebut membawanya meningkatkan kepemilikan saham di perusahaan pertambangan Greatland Gold hingga lebih dari dua kali lipat menjadi hampir 19%.

Baca Juga: Mark Cuban: AI Berpotensi Ciptakan Triliuner Pertama Dunia dari Rumah

Peringkat pasangan suami istri pendiri Canva, Cliff Obrecht dan Melanie Perkins, naik ke posisi keempat dalam daftar 50 orang terkaya di Australia. Kenaikan kekayaan ini didorong kenaikan valuasi perusahaan aplikasi desain tersebut menjadi US$ 42 miliar di Agustus lalu.

Cliff Obrecht dan Melanie Perkins tercatat memiliki kekayaan gabungan US$ 15,1 miliar. Artinya, kekayaan gabungan keduanya naik hampir sepertiga dari tahun lalu.

Secara keseluruhan, 30 orang dalam daftar tersebut menjadi lebih kaya tahun ini, termasuk pewaris pertambangan Angela Bennett, yang menjual 15% sahamnya dalam proyek bijih besi di Australia barat kepada perusahaan raksasa Jepang Mitsui pada Desember seharga US$ 2 miliar.

Baca Juga: Kekayaan Larry Page Lampaui Larry Ellison, Jadi Orang Terkaya Nomor Dua di Dunia

Kekayaan keponakan Bennett, yakni Alexandra Burt dan Leonie Baldock, juga mendapat dorongan dari penjualan saham mereka di proyek yang sama.

Kekayaan tiga pendiri jaringan apotek Chemist Warehouse, kakak beradik Jack dan Sam Gance, serta mitra bisnis mereka Mario Verrocchi, naik peringkat setelah perusahaan mereka merger dengan Sigma Healthcare yang terdaftar di ASX. Aksi korporasi tersebut menghasilkan peningkatan kekayaan masing-masing hingga tiga kali lipat menjadi US$ 6,9 miliar dan US$ 5,9 miliar.

Sementara pendiri perusahaan perangkat lunak Atlassian, Mike Cannon-Brookes dan Scott Farquhar, menjadi miliarder dengan penurunan kekayaannya terbesar, bila dihitung dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Miliarder Swiss Ini Usulkan Pajak Lebih Tinggi bagi Orang Kaya

Kekayaan Cannon-Brookes dan Farquhar turun lantaran persaingan yang semakin ketat berdampak pada saham perusahaan. Keduanya menempati peringkat ke-6 dan ke-7, turun tiga peringkat dari tahun lalu, dengan kekayaan masing-masing US$ 10 miliar dan US$ 9,7 miliar.

Selain itu, ada tiga pendatang baru dalam daftar 50 orang terkaya di Australia. Pertama ada Dennis Bastas, pendiri perusahaan kesehatan dan kecantikan DBG Health.

Kekayaan Bastas tercatat mencapai US$ 3,6 miliar. Kekayaan Bastas naik setelah menjual 21% sahamnya pada Agustus kepada investor ekuitas swasta.

Baca Juga: Dana Abadi Australia Tembus US$166 Miliar, Pangkas Portofolio AS

Yang kedua ada Robin Khuda, pendiri operator pusat data AirTrunk. Pria kelahiran Bangladesh ini melepas sahamnya yang ke manajer aset global Blackstone pada akhir 2024 dengan valuasi fantastis, mencapai US$ 16 miliar.

Ketiga ada Daniel dan William Roberts bersaudara, yang adalah pendiri IREN, perusahaan pembangun pusat data yang berbasis di Sydney. Harga saham IREN yang terdafta di Nasdaq mengalami kenaikan lebih dari lima kali lipat dalam setahun terakhir.

Berikut daftar 50 orang terkaya di Australia saat ini

Peringkat

Nama

Kekayaan

Sektor Industri

1

Gina Rinehart

US$ 24,6 Miliar

Metal & pertambangan

2

Harry Triguboff

US$ 22,6 Miliar

Real Estate

3

Andrew Forrest & keluarga

US$ 20,1 Miliar

Metal & pertambangan

4

Cliff Obrecht & Melanie Perkins

US$ 15,1 Miliar

Teknologi

5

Anthony Pratt

US$ 11,5 Miliar

Manufaktur

6

Mike Cannon-Brookes

US$ 10 Miliar

Teknologi

7

Scott Farquhar

US$ 9,7 Miliar

Teknologi

8

Frank Lowy

US$ 8,8 Miliar

Keuangan & Investasi

9

Kerry Stokes

US$ 7,9 Miliar

Aneka Industri

10

Bianca Rinehart & saudara

US$ 7,5 Miliar

Metal & pertambangan

11

Jack & Sam Gance

US$ 6,9 Miliar

Fashion & Ritel

12

Mario Verrocchi

US$ 5,9 Miliar

Fashion & Ritel

13

Richard White

US$ 5,7 Miliar

Teknologi

14

John, Alan & Bruce Wilson

US$ 4,6 Miliar

Fashion & Ritel

15

John Gandel

US$ 4,4 Miliar

Real Estate

16

Angela Bennett

US$ 4,3 Miliar

Metal & pertambangan

17

Alexandra Burt & Leonie Baldock

US$ 4,2 Miliar

Metal & pertambangan

18

Clive Palmer

US$ 3,9 Miliar

Metal & pertambangan

19

Gerry Harvey

US$ 3,8 Miliar

Fashion & Ritel

20

Cameron Adams

US$ 3,75 Miliar

Teknologi

21

Dennis Bastas

US$ 3,6 Miliar

Perawatan Kesehatan

22

James Packer

US$ 3,55 Miliar

Keuangan & Investasi

23

Len Ainsworth & keluarga

US$ 3,5 Miliar

Kasino

24

Anthony Hall

US$ 3,45 Miliar

Teknologi

25

Sam Hupert

US$ 3,4 Miliar

Teknologi

26

Lindsay Fox

US$ 2,8 Miliar

Logistik

27

Brett Blundy

US$ 2,75 Miliar

Fashion & Ritel

28

Michael Hintze

US$ 2,7 Miliar

Keuangan & Investasi

29

Jack Cowin

US$ 2,65 Miliar

Food & Beverage

30

David Teoh

US$ 2,5 Miliar

Telekomunikasi

31

Sam Chong

US$ 2,49 Miliar

Metal & pertambangan

32

Fiona Geminder

US$ 2,48 Miliar

Manufaktur

33

Kie Chie Wong

US$ 2,4 Miliar

Metal & pertambangan

34

Hains keluarga

US$ 2,35 Miliar

Keuangan & Investasi

35

Michael Heine

US$ 2,25 Miliar

Keuangan & Investasi

36

Bob Ell

US$ 2,2 Miliar

Real Estate

37

Solomon Lew

US$ 2,1 Miliar

Fashion & Ritel

38

Robin Khuda

US$ 2 Miliar

Teknologi

39

Sue Walker & keluarga

US$ 1,95 Miliar

Real Estate

40

John Van Lieshout

US$ 1,9 Miliar

Real Estate

41

Gretel Packer

US$ 1,8 Miliar

Keuangan & Investasi

42

Heloise Pratt

US$ 1,75 Miliar

Manufaktur

43

Daniel & William Roberts

US$ 1,7 Miliar

Teknologi

44

Chris Morris & keluarga

US$ 1,68 Miliar

Teknologi

45

Sam Kennard & saudara

US$ 1,65 Miliar

Real Estate

46

Ed Craven

US$ 1,5 Miliar

Kasino

47

Bijan Tehrani

US$ 1,45 Miliar

Kasino

48

Chris Wallin

US$ 1,4 Miliar

Metal & pertambangan

49

Snow keluarga

US$ 1,35 Miliar

Real Estate

50

Bruce Mathieson

US$ 1,2 Miliar

Real Estate

Sumber: https://www.forbes.com/lists/australia-billionaires/

Selanjutnya: BI Sebut AS Tak Akan Cepat Pangkas Bunga, Global Masih Hadapi Era Suku Bunga Tinggi

Menarik Dibaca: Desain XOS 16 Infinix: Visual Premium & Performa Ngebut, Siap Saingi HP Flagship




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×