Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dan perak melemah pada Selasa (10/2/2026) setelah mencatat penguatan selama dua sesi berturut-turut.
Koreksi terjadi seiring penguatan tipis dolar Amerika Serikat (AS) dari level terendah lebih dari sepekan, sementara pelaku pasar menanti data ketenagakerjaan dan inflasi AS yang akan dirilis pekan ini untuk mengukur arah suku bunga.
Melansir Reuters, harga emas spot turun 1% ke level US$5.016,56 per ons troi pada pukul 00.55 GMT. Sehari sebelumnya, logam mulia ini menguat sekitar 2% setelah dolar AS melemah ke posisi terendah lebih dari sepekan.
Baca Juga: Bursa Australia Menguat Ditopang Komoditas, Macquarie Bersinar Berkat Kinerja Positif
Emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$5.594,82 per ons pada 29 Januari lalu.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April melemah 0,8% ke US$5.041,60 per ons troi.
Harga perak spot turun lebih dalam, yakni 2,5% ke US$81,31 per ons troi, setelah melonjak hampir 7% pada sesi sebelumnya.
Perak juga sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di US$121,64 per ons troi pada 29 Januari.
Penguatan dolar tercermin dari indeks dolar AS yang naik 0,2% dari level terendah lebih dari sepekan pada sesi sebelumnya.
Baca Juga: Trump Ancam Larang Pembukaan Jembatan Baru AS–Kanada, Desak Perundingan dengan Ottawa
Dolar yang lebih kuat membuat harga logam mulia berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sehingga menekan permintaan.
Di pasar global, indeks saham menguat pada Senin, dengan saham teknologi AS memimpin kenaikan Wall Street, seiring investor memburu saham-saham murah setelah tekanan pasar pekan lalu.
Di Asia, yen Jepang menguat menyusul kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilihan umum.
Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, menyatakan bahwa pertumbuhan lapangan kerja AS berpotensi melambat dalam beberapa bulan ke depan akibat perlambatan pertumbuhan angkatan kerja dan peningkatan produktivitas.
Pandangan ini turut mempengaruhi perdebatan kebijakan yang tengah berlangsung di Federal Reserve.
Saat ini, investor memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin pada 2026, dengan pemangkasan pertama diperkirakan terjadi pada Juni.
Baca Juga: Bursa Asia Kembali Reli di Pagi Ini (10/2), Indeks Nikkei Melonjak Paling Tinggi
Lingkungan suku bunga rendah umumnya menguntungkan emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar kini menanti laporan nonfarm payrolls AS untuk Januari yang dijadwalkan rilis pada Rabu, serta data inflasi pada Jumat, sebagai petunjuk lanjutan arah kebijakan moneter The Fed.
Sementara itu, harga platinum spot turun 1,6% ke US$2.088,71 per ons troi, sedangkan palladium melemah 1,7% ke US$1.710,68 per ons troi.













