kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.930   2,00   0,01%
  • IDX 6.128   9,02   0,15%
  • KOMPAS100 791   2,25   0,29%
  • LQ45 605   2,12   0,35%
  • ISSI 213   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   1,25   0,37%
  • IDXHIDIV20 431   1,17   0,27%
  • IDX80 90   0,28   0,31%
  • IDXV30 117   0,44   0,37%
  • IDXQ30 110   0,20   0,18%

Harga Diesel AS Melonjak, Trump Perluas Akses Solar Bebas Pajak


Selasa, 06 Oktober 2026 / 08:38 WIB
Harga Diesel AS Melonjak, Trump Perluas Akses Solar Bebas Pajak
ILUSTRASI. Harga Minyak (BBM) (via REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk memperluas akses terhadap solar bebas pajak.

Kebijakan ini diambil saat harga diesel di AS melonjak dan menjadi salah satu tekanan terhadap biaya hidup masyarakat.

Trump menandatangani perintah tersebut pada Senin (5/10/2026), setelah sebelumnya mengumumkan kebijakan itu dalam sebuah kampanye di Nebraska.

Baca Juga: Harga Emas Spot Stabil Selasa (6/10) Pagi, Dolar AS yang Menguat Menahan Kenaikan

Harga diesel AS sempat melonjak ke rekor sekitar US$ 6,50 per galon pada bulan lalu. Kenaikan harga bahan bakar yang banyak digunakan untuk mengangkut barang tersebut menjadi perhatian pemerintah AS, terutama menjelang pemilihan umum sela atau midterm elections pada 3 November mendatang.

Dalam pemilu tersebut, kendali atas Kongres AS akan diperebutkan. Partai Republik yang dipimpin Trump saat ini hanya memiliki mayoritas tipis di Senat maupun House of Representatives.

Kenaikan harga diesel terjadi di tengah perang AS-Israel dengan Iran serta perang Rusia-Ukraina.

Konflik tersebut memicu serangan terhadap sejumlah kilang minyak di Timur Tengah dan Rusia sehingga turut mengganggu pasokan bahan bakar.

Trump mengatakan perintah tersebut akan menghapus sementara persyaratan penggunaan kendaraan off-road untuk memperoleh diesel bebas pajak.

Baca Juga: Daftar 9 Rekor yang Dicetak Atlet Indonesia di Asian Games 2026, Ada Rekor Dunia

Dengan demikian, masyarakat dapat membeli bahan bakar diesel yang diberi pewarna merah atau red dye diesel, yang selama ini banyak digunakan sektor pertanian dan sejumlah kendaraan off-road.

"Kami berharap tidak akan membutuhkannya dalam waktu lama," kata Trump terkait kebijakan penghapusan persyaratan tersebut.

Perintah yang dirilis Gedung Putih mengarahkan Menteri Keuangan AS, setelah berkonsultasi dengan Menteri Pertahanan, untuk menunda pembayaran pajak cukai federal yang dikenakan atas penggunaan diesel berpewarna untuk kendaraan di jalan raya hingga akhir tahun.

Penundaan tersebut diberikan tanpa bunga maupun penalti. Pemerintah juga diminta mengeksplorasi langkah untuk menghapus kewajiban pembayaran pajak yang ditangguhkan tersebut.

Selain itu, Menteri Pertanian AS diminta memastikan petani memperoleh akses terhadap diesel berpewarna di wilayah dengan permintaan tinggi.

Baca Juga: Lowongan Kerja Australia Naik 2,2% pada September, Permintaan Tenaga Kerja Tetap Kuat

Menteri Transportasi juga diminta berkoordinasi dengan pemerintah negara bagian, pelaku industri, dan organisasi pekerja untuk memperluas akses terhadap bahan bakar tersebut.

Kebijakan Trump tersebut muncul setelah negara-negara G7 pada pekan lalu mengumumkan rencana melepas 100 juta barel diesel ke pasar.

Langkah itu dilakukan setelah Trump sebelumnya mempertimbangkan pelarangan ekspor diesel AS untuk meredam harga domestik.

Namun, belum jelas berapa besar volume dari pelepasan tersebut yang benar-benar merupakan pasokan baru dan berapa yang hanya merupakan bagian dari pemenuhan kesepakatan global yang telah disepakati pada Maret lalu.

Di sisi politik, tekanan terhadap Trump juga meningkat seiring tingginya biaya hidup. Berdasarkan survei Reuters/Ipsos yang selesai dilakukan pada Senin, tingkat persetujuan terhadap Trump bertahan di level terendah sepanjang masa sebesar 32%.

Biaya hidup menjadi salah satu kekhawatiran utama masyarakat AS. Lonjakan harga bensin dan diesel akibat konflik AS dengan Iran turut memperbesar tekanan terhadap daya beli rumah tangga.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×