Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Jumlah iklan lowongan kerja di Australia kembali meningkat pada September 2026 menunjukkan, permintaan tenaga kerja masih cukup kuat meski suku bunga tinggi terus menekan aktivitas ekonomi.
Melansir Reuters (6/10/2026), Data Australia and New Zealand Banking Group (ANZ) dan situs pencari kerja Indeed menunjukkan, jumlah iklan lowongan kerja naik 2,2% pada September dibandingkan Agustus. Kenaikan tersebut melanjutkan pertumbuhan 2,6% pada bulan sebelumnya.
Secara tahunan, jumlah iklan lowongan kerja tercatat meningkat 12,9%. Bahkan, jumlahnya berada 24,4% di atas rata-rata dalam satu dekade terakhir.
Baca Juga: Bursa Australia Bersiap Menguat Tiga Hari Beruntun, Harga Minyak Jadi Pendorong
Kenaikan tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja Australia masih memiliki daya tahan di tengah biaya pinjaman yang lebih tinggi.
Data tersebut juga menjadi indikator penting bagi bank sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA) dalam menilai kondisi pasar tenaga kerja dan perekonomian secara keseluruhan.
Sebelumnya, tingkat pengangguran Australia naik tipis menjadi 4,6% pada Agustus, level tertinggi dalam lima tahun.
Namun, kenaikan tingkat pengangguran tersebut terjadi bersamaan dengan pertumbuhan jumlah orang yang bekerja.
Kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang masuk ke pasar tenaga kerja dan mencari pekerjaan, sementara permintaan tenaga kerja masih relatif solid.
Baca Juga: Harga Minyak Turun Tipis Selasa (6/10) Pagi, Brent Masih Bertahan di Sekitar US$ 100
Kenaikan iklan lowongan kerja selama lima bulan berturut-turut juga menjadi sinyal bahwa perusahaan Australia masih membuka peluang perekrutan meski menghadapi tekanan dari suku bunga yang lebih tinggi.
Perkembangan pasar tenaga kerja akan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan RBA dalam menentukan arah kebijakan moneter selanjutnya, terutama di tengah upaya bank sentral menjaga inflasi tetap terkendali tanpa menekan aktivitas ekonomi secara berlebihan.














