Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas turun pada hari ini akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS), sementara investor menantikan notulensi rapat Federal Reserve di bulan September untuk mengukur tingkat dukungan di kalangan pembuat kebijakan terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Rabu (7/10/2026) pukul 17.00 WIB, harga emas spot turun 0,98% menjadi US$ 4.122,73 per ons troi. Sementara, harga emas untuk kontrak pengiriman Desember 2026 turun 0,91% ke US$ 4.149 per ons troi.
Sentimen utama yang menyeret emas datang setelah indeks dolar AS naik 0,4%, membuat emas yang dihargai dalam mata uang dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
"Ada juga unsur kehati-hatian menjelang rilis notulensi rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru hari ini," kata Direktur dan CEO ActivTrades, Ricardo Evangelista.
Baca Juga: Ini Risiko Terbesar Ekonomi Global Menurut Para Orang Kaya
"Sampai ada kejelasan lebih lanjut mengenai hal itu (dukungan untuk kenaikan suku bunga), kemungkinan ada keengganan untuk mengambil posisi besar dalam emas."
Setelah data lapangan kerja AS yang lebih lemah, pasar kini sebagian besar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada bulan Oktober, namun masih memperhitungkan peluang 86% untuk kenaikan suku bunga pada bulan Desember, menurut perangkat FedWatch milik CME.
Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid mengatakan, suku bunga masih perlu dinaikkan untuk menurunkan inflasi. Sementara, Presiden The Fed San Francisco Mary Daly mengatakan, keputusan tersebut akan bergantung pada apakah faktor-faktor pendorong inflasi akan mereda atau bertahan.
Suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil (yield).
"Risiko penurunan harga tetap tertahan oleh ketidakpastian geopolitik, kekhawatiran mengenai utang pemerintah dan inflasi, serta permintaan dari bank sentral," ujar Evangelista.
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva pada hari Rabu memperingatkan bahwa ekonomi global menghadapi risiko akibat harga energi yang terus tinggi, utang publik yang mencapai rekor tertinggi, serta risiko dari lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI).
Secara terpisah, para delegasi yang menghadiri konferensi tahunan London Bullion Market Association di Italia memprediksi bahwa harga emas dapat mencapai US$ 5.013 per ons troi dalam 12 bulan ke depan.
Baca Juga: NASA Rilis Foto Suasana Fajar di Mars, Tampilkan Lanskap Batu Berusia 3 Miliar Tahun
Data resmi menunjukkan bahwa bank sentral China meningkatkan pembelian emasnya pada bulan September, melanjutkan tren pembelian yang telah berlangsung selama 23 bulan berturut-turut.
Di sisi lain, harga perak spot turun 2,2% menjadi US$6 0,3638 per ons troi, platinum melemah 3,0% ke US$ 1.650,45 per ons troi dan paladium turun 2,7% menjadi US$ 1.140,89 per ons troi.














