Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas jatuh tajam pada Jumat (31 Januari 2026) dan menuju penurunan harian terbesar sejak 1983, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pilihan kandidatnya untuk Ketua Federal Reserve (The Fed). Spot emas turun 9,5% menjadi US$ 4.883,62 per ons pada pukul 13:57 ET (18:57 WIB), setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi US$ 5.594,82 pada Kamis.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup 11,4% lebih rendah di US$ 4.745,10.
Penurunan ini, menurut analis, sebagian besar merupakan aksi ambil untung (profit-taking), yang juga menekan logam mulia lainnya.
Baca Juga: Ini Daftar Negara dengan Biaya Resto dan Hotel Termurah di Eropa Menurut Eurostat
“Saat ini pasar memang perlu koreksi, dan pemicu penurunan bisa merupakan kombinasi beberapa faktor, mulai dari pengumuman Ketua Fed hingga aliran makro yang lebih luas,” ujar Suki Cooper, Kepala Riset Komoditas Global di Standard Chartered Bank.
Trump menunjuk mantan Gubernur Federal Reserve, Kevin Warsh, sebagai kandidat pengganti Jerome Powell pada Mei mendatang, menempatkan seorang kritikus The Fed yang sering vokal di posisi kepemimpinan kunci.
Meskipun mengalami penurunan tajam, emas masih mencatat kenaikan lebih dari 13% sepanjang bulan ini, menandai kenaikan bulanan keenam berturut-turut. Indeks dolar AS naik 0,7%, bangkit dari level terendah empat tahun sebelumnya, sehingga membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional.
“Januari 2026 telah berakhir, dan akan dikenang sebagai bulan paling volatil dalam sejarah logam mulia,” kata Nicky Shiels, Kepala Strategi Logam di MKS PAMP SA. Ia menambahkan, harga emas di level US$ 4.600, perak US$ 80, dan platinum US$ 2.000 adalah target wajar untuk penurunan, sebagai bagian dari penyesuaian menuju tren kenaikan yang lebih moderat.
Di antara logam mulia lainnya, spot perak turun 27,7% menjadi US$ 83,99 per ons, setelah menyentuh level terendah US$ 77,72. Penurunan ini berpotensi menjadi penurunan harian terbesar dalam sejarah, berdasarkan data LSEG sejak 1982. Logam putih ini sebelumnya sempat mencetak rekor tertinggi US$ 121,64 pada Kamis dan naik lebih dari 17% sepanjang bulan ini.
Baca Juga: Produsen Boneka Labubu Akan Buka Tujuh Toko Baru di Inggris
Sementara itu, spot platinum turun 19,18% menjadi US$ 2.125 per ons, dan paladium anjlok 15,7% ke level US$ 1.682 per ons.













