kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Harga Emas Dunia Naik 1%, Investor Menanti Keputusan The Fed


Rabu, 28 Oktober 2026 / 05:09 WIB
Harga Emas Dunia Naik 1%, Investor Menanti Keputusan The Fed
ILUSTRASI. Harga Emas - Logam Mulia (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia menguat sekitar 1% pada perdagangan Selasa (27/10/2026), ditopang penurunan harga minyak mentah yang meredakan kekhawatiran inflasi.

Investor juga mencermati hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) untuk memperoleh petunjuk mengenai arah suku bunga Amerika Serikat (AS).

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 1% menjadi US$ 4.055,14 per ons troi pada pukul 13.44 waktu setempat. Sebelumnya, harga logam mulia tersebut sempat menyentuh level terendah harian di US$ 3.987,14 per ons troi.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember 2026 ditutup naik 0,9% ke level US$ 4.074,60 per ons troi.

Baca Juga: Netanyahu Serukan Pendukungnya Bergerak ke TPS, Partisipasi Pemilih Arab Melonjak

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant mengatakan, pelemahan harga minyak berpotensi menopang harga emas karena mengurangi tekanan inflasi dan meredam kecenderungan kebijakan moneter yang lebih ketat.

Menurut Grant, pergerakan pasar saat ini juga masih dipengaruhi perkembangan berita dan negosiasi perdamaian di Timur Tengah.

Harga minyak berjangka turun lebih dari 1% pada Selasa seiring perhatian pasar terhadap perundingan perdamaian di kawasan tersebut.

Meski demikian, harga minyak masih berada di sekitar level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir karena konflik Houthi-Arab Saudi dan risiko serangan baru AS-Israel masih membayangi pasar energi.

Analis pasar American Gold Exchange Jim Wyckoff mengingatkan, kenaikan harga minyak yang berkelanjutan justru dapat menjadi sentimen negatif bagi emas.

Baca Juga: Kylian Mbappe Minta Maaf kepada Warga China atas Komentar soal Mao Zedong

Pasalnya, harga minyak yang lebih tinggi berpotensi mendorong inflasi dan memaksa bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Kondisi tersebut dapat menekan harga emas karena kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Pasar menanti arah suku bunga The Fed

Pelaku pasar kini menunggu keputusan The Fed dalam rapat kebijakan moneter Oktober. Para pejabat bank sentral AS sebelumnya telah memberi sinyal bahwa mereka tidak akan menaikkan suku bunga acuan dalam pertemuan pekan ini.

Namun, kekhawatiran terhadap inflasi membuat investor memperkirakan jeda kenaikan suku bunga tersebut belum tentu berlangsung lama.

Baca Juga: Qatar Minta Iran Buka Selat Hormuz demi Redakan Ketegangan dengan AS

Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pasar memperhitungkan probabilitas sebesar 83% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember 2026.

Investor juga menantikan rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada Kamis (29/10/2026). Indikator tersebut menjadi salah satu acuan utama The Fed dalam mengukur inflasi dengan target sebesar 2%.

Di sisi lain, survei Reuters menunjukkan para analis memangkas proyeksi harga emas untuk 2026 selama dua kuartal berturut-turut.

Pemangkasan tersebut dipengaruhi tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS, penguatan dolar AS, serta ekspektasi suku bunga bertahan tinggi lebih lama.

Meski demikian, para analis masih memperkirakan harga emas berpeluang pulih pada 2027.

Baca Juga: Pasca Pemilu, Pasar Keuangan Brasil Bangkit Mata Uang Real Menguat terhadap Dolar AS

Pada perdagangan logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,5% menjadi US$ 54,20 per ons troi setelah sempat menyentuh level terendah dalam hampir satu tahun.

Harga platinum menguat 0,3% menjadi US$ 1.530,75 per ons troi setelah turun ke level terendah sejak akhir November 2025.

Sebaliknya, harga paladium turun 2,1% menjadi US$ 1.027,67 per ons troi. Logam tersebut sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak Juni 2025.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×