kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Qatar Minta Iran Buka Selat Hormuz demi Redakan Ketegangan dengan AS


Selasa, 27 Oktober 2026 / 22:20 WIB
Qatar Minta Iran Buka Selat Hormuz demi Redakan Ketegangan dengan AS
ILUSTRASI. Qatar meminta Iran menghentikan ancaman terhadap negara Teluk dan membuka Selat Hormuz demi mendukung upaya mediasi dengan AS. (REUTERS/Khaled Abdullah)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – DUBAI. Qatar meminta Iran menunjukkan iktikad baik untuk membuka jalan bagi keberhasilan upaya mediasi guna meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Permintaan tersebut disampaikan setelah delegasi Qatar mengunjungi Teheran pada awal pekan ini untuk mendorong deeskalasi konflik yang dikoordinasikan dengan Amerika Serikat (AS).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan, Iran perlu menghentikan ancaman terhadap negara-negara Arab di kawasan Teluk dan membuka kembali Selat Hormuz sebagai bukti iktikad baik dalam proses mediasi tersebut.

Qatar bersama Pakistan selama ini berperan sebagai mediator antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran. Konflik tersebut telah mengganggu pelayaran global, pasokan minyak, serta meluas ke sejumlah wilayah lain di Timur Tengah.

Upaya diplomatik untuk meredakan konflik juga melibatkan sejumlah negara di kawasan. Pejabat senior dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bertemu dengan pejabat Iran di Teheran pada Senin (26/10/2026).

Baca Juga: Apple Luncurkan MacBook Pro dan iMac dengan Chip M6, Segini Harganya

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan regional. Kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangan baru terhadap Arab Saudi, sementara Mesir menyetujui dukungan pertahanan bagi kerajaan tersebut menyusul eskalasi serangan Houthi.

Situasi ini menambah tekanan terhadap upaya diplomasi untuk mencegah konflik meluas dan menjaga stabilitas kawasan, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi dunia.

Ketegangan antara Washington dan Teheran juga meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Pada Jumat (23/10/2026), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington berpotensi kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

Di sisi lain, pejabat keamanan Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran telah menyusun rencana terperinci untuk menyerang kabel bawah laut di kawasan Teluk apabila AS dan Israel kembali menyerang Iran.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×