kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Trump Klaim Telah Teken MoU dengan Iran Buka Selat Hormuz, Teheran Langsung Bantah


Minggu, 24 Mei 2026 / 10:51 WIB
Trump Klaim Telah Teken MoU dengan Iran Buka Selat Hormuz, Teheran Langsung Bantah
ILUSTRASI. Donald Trump (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan sebuah nota kesepahaman (MoU) yang hampir disepakati terkait perdamaian dengan Iran akan membuka kembali Selat Hormuz.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social, di mana ia menyebut rincian akhir kesepakatan masih dalam pembahasan dan akan diumumkan dalam waktu dekat.

Namun, klaim tersebut segera dibantah oleh kantor berita Iran Fars News Agency, yang menyebut pernyataan Trump tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurut Fars, kesepakatan yang sedang dibahas justru akan memberi Iran kendali atas selat tersebut.

Baca Juga: Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Hampir Rampung

Dalam laporan lain, The New York Times menyebut bahwa kesepakatan awal mencakup komitmen Iran untuk menyerahkan cadangan uranium yang telah diperkaya tinggi, meski mekanisme penyerahannya masih akan dibahas pada tahap negosiasi berikutnya.

Iran selama ini menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan sipil dan bukan untuk senjata, meskipun Amerika Serikat dan sekutunya menuduh sebaliknya.

Sementara itu, Pakistan disebut berperan sebagai mediator dalam pembicaraan antara Washington dan Teheran. Kepala militer Pakistan, Asim Munir, dilaporkan telah melakukan pembicaraan dengan pejabat tinggi Iran, dengan hasil yang disebut “mengalami kemajuan yang menggembirakan”.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga memuji upaya Trump dalam mendorong proses perdamaian melalui platform X.

Menurut sumber yang dikutip Reuters, kerangka kesepakatan yang sedang dibahas akan mencakup tiga tahap: penghentian perang, penyelesaian krisis Selat Hormuz, dan pembukaan negosiasi lanjutan selama 30 hari yang dapat diperpanjang.

Trump juga dilaporkan melakukan pembicaraan dengan sejumlah pemimpin kawasan, termasuk Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Mesir, Turki, Pakistan, serta Israel.

Meski demikian, Iran menegaskan masih ada sejumlah isu yang belum disepakati, termasuk tuntutan pencabutan sanksi dan penghentian ancaman serangan militer baru. Teheran juga menyatakan akan merespons dengan lebih keras jika konflik kembali berlanjut.

Baca Juga: Tak Mau Kalah, China Kirim Tiga Astronaut Tinggal Satu Tahun di Luar Angkasa




TERBARU

[X]
×