Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melemah pada perdagangan awal Asia, Selasa (27/10/2026), tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
Investor juga mencermati keputusan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) pekan ini untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,1% menjadi US$ 4.013,70 per ons pada pukul 00.45 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember melemah 0,3% ke level US$ 4.027,10 per ons.
Baca Juga: Daftar Pemenang Ballon d'Or Sejak Pertama Kali Diadakan Tahun 1956
Penguatan dolar AS membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Kondisi tersebut dapat mengurangi permintaan dan menekan pergerakan harga logam mulia.
Pelaku pasar kini menantikan keputusan kebijakan moneter The Fed yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/10/2026).
Meski para pejabat bank sentral AS telah memberi sinyal bahwa suku bunga kemungkinan tidak dinaikkan dalam pertemuan kali ini, kekhawatiran terhadap inflasi membuat pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga masih terbuka pada bulan-bulan berikutnya.
Selain keputusan The Fed, investor juga menunggu data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis pada Kamis (29/10/2026).
Indikator ini menjadi salah satu acuan penting bagi The Fed dalam menilai perkembangan inflasi, dengan target inflasi jangka panjang sebesar 2%.
Baca Juga: China Perketat Impor Sperma Sapi, Pemasok Global Berebut Peluang
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperhitungkan peluang sekitar 11% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada Desember diperkirakan mencapai 82%.
Ekspektasi suku bunga menjadi faktor penting bagi pasar emas. Meskipun emas kerap dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga.
Karena itu, kenaikan suku bunga dapat meningkatkan daya tarik aset berbunga dan mengurangi minat investor terhadap emas.
Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar. Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan telah mencegat dan menghancurkan tiga rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi ke arah wilayah timur Arab Saudi pada Selasa dini hari.
Di sisi lain, pejabat senior Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bertemu dengan pejabat Iran di Teheran pada Senin (26/10/2026).
Baca Juga: Harga Emas Tergelincir Penguatan Dolar AS di Pagi Ini (27/10)
Pertemuan tersebut bertujuan meredakan konflik di Timur Tengah, yang selama ini menjadi salah satu sumber ketidakpastian bagi pasar global.
Pergerakan logam mulia lainnya bervariasi. Harga perak spot naik 0,1% menjadi US$ 53,97 per ons, sedangkan platinum stabil di US$ 1.527,81 per ons. Adapun paladium turun 0,7% menjadi US$ 1.042,43 per ons.
Sementara itu, Nornickel, produsen paladium terbesar di dunia asal Rusia, menyatakan rencana perbaikan tungku berpotensi mengurangi produksi sejumlah logam utama pada periode 2027–2028.














