kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.034   -23,00   -0,13%
  • IDX 5.149   152,46   3,05%
  • KOMPAS100 659   28,09   4,45%
  • LQ45 514   25,60   5,24%
  • ISSI 176   4,05   2,35%
  • IDX30 289   15,88   5,81%
  • IDXHIDIV20 379   22,18   6,21%
  • IDX80 76   3,39   4,68%
  • IDXV30 106   4,78   4,74%
  • IDXQ30 96   6,14   6,84%

Harga Emas Dunia Turun Selasa (20/10), Investor Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed


Selasa, 20 Oktober 2026 / 08:46 WIB
Harga Emas Dunia Turun Selasa (20/10), Investor Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
ILUSTRASI. Harga Emas - Logam Mulia (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melemah pada awal perdagangan Asia, Selasa (20/10), di tengah sikap hati-hati investor yang menanti keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed).

Prospek kebijakan moneter AS menjadi perhatian utama karena berpengaruh terhadap daya tarik emas sebagai aset investasi.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.126,84 per ons troi pada pukul 01.02 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember melemah 0,3% ke level US$ 4.146 per ons troi.

Baca Juga: AirAsia Tertekan Kenaikan Harga Avtur, Malaysia Belum Siapkan Dana Talangan

Fokus investor kini tertuju pada pertemuan kebijakan The Fed pada 27–28 Oktober serta data indeks pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis pekan depan.

PCE menjadi salah satu indikator inflasi yang diperhatikan bank sentral AS dalam mencapai target inflasi sebesar 2%.

Pada September lalu, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4%.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 83% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober. Sementara itu, ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 94%.

Prospek suku bunga yang lebih tinggi berpotensi membatasi penguatan harga emas. Pasalnya, emas tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga biaya peluang untuk memegang logam mulia tersebut meningkat ketika suku bunga naik.

Baca Juga: Dolar AS Stabil Selasa (20/10), Risiko Politik Prancis Bayangi Pergerakan Euro

Dinamika kebijakan moneter juga terlihat di Jepang. Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan inflasi mendasar di Jepang sudah cukup dekat dengan target 2%.

Permintaan global yang kuat terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI), ditambah kondisi pasar tenaga kerja yang ketat, turut menambah tekanan inflasi dan membuka ruang bagi kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Di sisi geopolitik, risiko keamanan di Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar. Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran pada Senin mengklaim melancarkan sejumlah serangan terhadap sasaran energi, bandara, dan militer di Arab Saudi.

Perkembangan ini menambah ketidakpastian geopolitik yang dapat memengaruhi permintaan terhadap aset lindung nilai, termasuk emas.

Sementara itu, pergerakan logam mulia lainnya cenderung bervariasi. Harga perak spot turun 0,7% menjadi US$ 56,69 per ons troi.

Baca Juga: Harga Minyak Tergelincir di Pagi Ini (20/10), Pasar Cermati Potensi Kelebihan Pasokan

Platinum bergerak stabil di US$ 1.639,65 per ons troi, sedangkan paladium melemah 0,7% menjadi US$ 1.112,08 per ons troi.

Pergerakan harga emas selanjutnya akan dipengaruhi oleh sinyal kebijakan The Fed, data inflasi AS, serta perkembangan risiko geopolitik. Investor akan mencermati apakah tekanan inflasi masih memberi ruang bagi suku bunga tinggi atau membuka peluang perubahan arah kebijakan moneter.




TERBARU

[X]
×