Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas kembali menguat tipis pada perdagangan Kamis (8/10/2026), setelah menyentuh level terendah dalam dua bulan pada sesi sebelumnya.
Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).
Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,4% menjadi US$4.127,40 per ons troi pada pukul 01.01 GMT. Pada perdagangan Rabu (7/10), harga emas sempat menyentuh level terendah sejak 5 Agustus 2026.
Baca Juga: Boom AI Bikin Laba Samsung Meledak 9 Kali Lipat, Tembus US$80 Miliar
Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury sebelumnya menekan daya tarik emas. Kenaikan yield obligasi AS membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi relatif kurang menarik.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember 2026 naik 0,3% menjadi US$4.150,60 per ons troi.
Pasar juga menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga The Fed. Risalah pertemuan The Fed bulan lalu menunjukkan para pembuat kebijakan masih terpecah mengenai alasan untuk menaikkan suku bunga.
Sejumlah pejabat menilai kenaikan suku bunga diperlukan untuk meredam dampak guncangan harga energi dan komoditas lainnya.
Kelompok yang lebih hawkish menilai kenaikan suku bunga diperlukan untuk mengantisipasi munculnya inflasi yang didorong oleh permintaan.
Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada akhir Oktober hanya sekitar 18%. Namun, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember masih mencapai sekitar 80%.
Baca Juga: Dolar AS Bertahan di Level Tertinggi 18 Bulan Kamis (8/10) Usai Risalah The Fed
Kenaikan suku bunga berpotensi menjadi tekanan bagi emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Di sisi lain, prospek ekonomi global juga menjadi perhatian. Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva memperingatkan ekonomi global menghadapi ancaman dari harga energi yang tetap tinggi, rekor utang publik serta risiko yang muncul dari lonjakan investasi di sektor kecerdasan buatan (AI).
Dari pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,4% menjadi US$60,39 per ons, platinum menguat 1,4% menjadi US$1.653,88 per ons, sedangkan palladium naik 1,4% menjadi US$1.141 per ons.














