kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.723   15,00   0,08%
  • IDX 6.479   -46,92   -0,72%
  • KOMPAS100 844   -5,01   -0,59%
  • LQ45 639   -5,82   -0,90%
  • ISSI 228   -0,59   -0,26%
  • IDX30 357   -3,31   -0,92%
  • IDXHIDIV20 433   -3,62   -0,83%
  • IDX80 96   -0,70   -0,72%
  • IDXV30 120   -0,64   -0,53%
  • IDXQ30 113   -1,02   -0,90%

Harga Emas Tergelincir di Pagi Ini (11/5), Dipicu Kenaikan Harga Minyak Mentah


Senin, 11 Mei 2026 / 08:14 WIB
Harga Emas Tergelincir di Pagi Ini (11/5), Dipicu Kenaikan Harga Minyak Mentah
ILUSTRASI. harga emas spot tergelincir pada Senin (11/5/2026) pagi


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Harga emas turun di perdagangan awal pekan ini, karena kurangnya kemajuan dalam perundingan perdamaian antara Amerika Serikat (AS)-Iran mendorong harga minyak lebih tinggi, memicu kekhawatiran bahwa inflasi yang tinggi dapat membuat suku bunga tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama. 

Senin (11/5/2026) pukul 08.00 WIB, harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 4.687,49 per ons troi. Sejalan, harga emas kontrak berjangka untuk pengiriman Juni 2026 melemah 0,7% menjadi US$ 4.696,6 per ons troi. 

Sentimen pergerakan emas datang dari penguatan dolar AS, membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. 

Baca Juga: Trump dan Xi Jinping Dijadwalkan Bertemu, Bahas Iran, Nuklir, Perdagangan dan AI

Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu (10/5/2026) menolak tanggapan Iran terhadap proposal AS untuk perundingan perdamaian, menghancurkan harapan akan berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu yang telah menyebabkan kerusakan luas di Iran dan Lebanon, melumpuhkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz, dan mendorong kenaikan harga energi global. 

Harga minyak langsung melonjak US$ 3 per barel pada awal perdagangan hari ini (11/5/2026) karena Selat Hormuz sebagian besar tetap tertutup, sehingga pasokan energi global tetap ketat. 

Perang yang sedang berlangsung dengan Iran dan dampaknya terhadap harga dan pasokan minyak telah meroket ke puncak daftar kekhawatiran untuk stabilitas keuangan, menurut laporan setengah tahunan Federal Reserve yang dirilis pada hari Jumat (8/5/2026). 

Presiden Bank Federal Reserve Chicago, Austin Goolsbee, mengatakan pada hari Jumat (8/5/2026) bahwa masa depan kebijakan moneter dapat mencakup kenaikan suku bunga. 

Baca Juga: Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Makin Liar: Melonjak 3% Pagi Ini (11/5)

Sementara itu, produksi emas China turun pada kuartal I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kata Asosiasi Emas China pada hari Sabtu (9/5/2026), karena inspeksi keselamatan menyebabkan beberapa pabrik peleburan menangguhkan produksi untuk pemeliharaan. 

Permintaan emas di India lesu di pekan lalu, karena pemulihan harga mendorong calon pembeli untuk menunda pembelian, sementara premi China tetap stabil karena permintaan aset safe-haven


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×