kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.894   39,00   0,22%
  • IDX 6.321   -64,11   -1,00%
  • KOMPAS100 826   -8,20   -0,98%
  • LQ45 630   -4,30   -0,68%
  • ISSI 218   -3,68   -1,66%
  • IDX30 350   -3,11   -0,88%
  • IDXHIDIV20 437   -3,14   -0,71%
  • IDX80 94   -0,87   -0,91%
  • IDXV30 120   -1,15   -0,95%
  • IDXQ30 113   -0,91   -0,80%

Harga Emas Tertahan, Terbebani Sentimen Era Suku Bunga Tinggi


Selasa, 22 September 2026 / 09:35 WIB
Harga Emas Tertahan, Terbebani Sentimen Era Suku Bunga Tinggi
ILUSTRASI. Harga emas kesulitan mendapat momentum karena ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi. (REUTERS/Francis Kokoroko)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas kesulitan mendapatkan momentum karena ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama membebani sentimen pasar, sementara investor menantikan komentar dari pejabat Federal Reserve AS untuk mendapatkan petunjuk kebijakan.

Mengutip Reuters, Selasa (22/9/2026), harga emas di pasar spot (spot gold) tidak banyak berubah di angka US$ 4.344,29 per ons pada pukul 01.51 GMT. Harga emas berjangka AS stabil di level US$ 4.381,80.

Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik, namun daya tariknya cenderung memudar di lingkungan suku bunga tinggi karena investor lebih memilih aset yang memberikan imbal hasil (yield).

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Selasa (22/9), Saham AI Kembali Reli dan Dolar AS Makin Perkasa

Chris Weston, kepala riset di Pepperston mengatakan, dengan terbatasnya data ekonomi AS minggu ini, investor akan fokus pada komentar pejabat Fed untuk melihat tanda-tanda apakah bank sentral cenderung menaikkan suku bunga lagi pada bulan Oktober, serta memantau harga minyak mentah.

"Meskipun harga minyak mentah telah sedikit turun dari level tertinggi baru-baru ini, pembalikan arah kenaikan yang memicu ekspektasi inflasi justru akan memperkuat narasi seputar suku bunga, dan emas kemungkinan akan terus menghadapi tekanan," ujar Weston.

The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar seperempat poin persentase pekan lalu dan mengisyaratkan kenaikan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Bank sentral AS kemungkinan perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk menurunkan inflasi yang dipicu oleh permintaan yang kuat serta lonjakan harga komoditas yang melampaui sektor minyak, kata Presiden Fed St. Louis, Alberto Musalem, seraya menambahkan bahwa lebih baik bagi The Fed untuk bertindak lebih cepat daripada menunggu.

Baca Juga: Korea Selatan Pilih Proyek Investasi Pertama dari Paket US$350 Miliar ke AS

Di sisi geopolitik, pejuang Houthi berupaya merebut dataran tinggi strategis di Yaman untuk memutus akses pantai Laut Merah dari wilayah-wilayah yang masih dikuasai pasukan yang didukung Arab Saudi, menyusul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump membatalkan serangan Amerika terhadap kelompok tersebut pada saat-saat terakhir.

Harga minyak menguat karena pasar stabil setelah beberapa hari mengalami penurunan, sementara investor menantikan perkembangan terkait potensi pembicaraan AS-Iran di Sidang Majelis Umum PBB minggu ini.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×