Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Jumat (25/9/2026). Emas menuju penurunan mingguan karena kekhawatiran inflasi yang masih tinggi, sinyal kebijakan moneter ketat dari pejabat Federal Reserve (The Fed), serta kenaikan imbal hasil US Treasury.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,1% menjadi US$ 4.274,18 per ons troi pada pukul 21.00 WIB. Dalam sepekan, harga emas telah turun sekitar 2,4%.
Sementara itu, harga emas berjangka AS justru naik 0,3% menjadi US$ 4.310,80 per ons troi.
Baca Juga: The Fed Siapkan Aturan Baru, Batas Aset Bank AS Bisa Naik Jadi US$ 1 Triliun
Analis pasar utama di Bybit Han Tan mengatakan kenaikan imbal hasil US Treasury yang terus berlanjut membuat harga emas berada di jalur penurunan mingguan keempat dalam lima pekan terakhir.
"Kenaikan imbal hasil Treasury yang terus-menerus membuat emas menuju penurunan mingguan keempat dalam lima pekan terakhir," kata Tan.
Imbal hasil US Treasury yang lebih tinggi membuat emas menjadi kurang menarik bagi investor. Pasalnya, emas tidak memberikan pendapatan bunga sehingga biaya peluang (opportunity cost) untuk memegang emas menjadi lebih besar ketika imbal hasil obligasi naik.
Tan menambahkan, emas menghadapi sejumlah tekanan, mulai dari risiko inflasi yang masih meningkat, kenaikan imbal hasil Treasury, hingga sikap The Fed yang cenderung ketat.
Kenaikan harga energi sejak perang AS dan Israel dengan Iran turut menjaga kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut mendorong bank sentral untuk mempertahankan kebijakan yang lebih ketat guna mengendalikan tekanan harga.
The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pekan lalu. Kenaikan tersebut merupakan kenaikan pertama dalam tiga tahun dan The Fed juga memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih dapat berlanjut.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 64% pada Oktober dan 93% pada Desember.
Secara tradisional, emas dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi sekaligus aset aman ketika terjadi ketidakpastian geopolitik. Namun, kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tarik emas karena investor memiliki alternatif aset yang memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Harga Minyak Turun, Selat Hormuz dan Gencatan Senjata AS-Iran Jadi Faktor Penekan
Harga emas saat ini juga telah turun sekitar 19% dari level tertinggi pada sesi perdagangan 27 Februari.
Perkembangan konflik di Timur Tengah juga masih menjadi perhatian pasar.
Para negosiator AS dan Iran di New York tengah membahas kemungkinan jalan keluar bertahap dari perang. Salah satu skenario yang dibicarakan adalah Iran membuka kembali Selat Hormuz, sementara AS mencabut blokade ekonomi terhadap Iran.
Perkembangan tersebut turut meredakan sebagian kekhawatiran mengenai gangguan pasokan minyak. Harga minyak dunia pun turun lebih dari 1% pada perdagangan Jumat.
Selain emas, sejumlah logam mulia lainnya juga bergerak melemah.
Harga perak spot turun 0,1% menjadi US$ 63,84 per ons troi. Platinum naik 0,4% menjadi US$ 1.755,25 per ons troi, sedangkan palladium turun 1,6% menjadi US$ 1.252,62 per ons troi.
Ketiga logam tersebut juga berada di jalur penurunan secara mingguan.














