kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.198   -8,00   -0,05%
  • IDX 7.622   -12,42   -0,16%
  • KOMPAS100 1.055   0,61   0,06%
  • LQ45 758   -0,67   -0,09%
  • ISSI 276   -0,55   -0,20%
  • IDX30 403   -0,28   -0,07%
  • IDXHIDIV20 491   0,40   0,08%
  • IDX80 118   0,03   0,03%
  • IDXV30 139   -0,90   -0,65%
  • IDXQ30 130   0,14   0,11%

Harga Emas Turun Saat Dolar Menguat, Penutupan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak


Senin, 20 April 2026 / 10:52 WIB
Harga Emas Turun Saat Dolar Menguat, Penutupan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak
ILUSTRASI. Harga emas dunia melemah 0,4% menjadi US$ 4.809,71 per ons. Dolar AS menguat dan kekhawatiran inflasi akibat Selat Hormuz menekan harga emas. (REUTERS/Hiba Kola)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan Senin seiring penguatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat kembali ditutupnya Selat Hormuz.

Harga emas spot tercatat turun 0,4% menjadi US$ 4.809,71 per ons pada pukul 01.55 GMT, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 13 April. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Juni turun 1% menjadi US$ 4.829,40 per ons.

Kepala strategi makro global di Tastylive, Ilya Spivak, mengatakan pelemahan harga emas dipicu oleh memburuknya prospek gencatan senjata antara AS dan Iran yang sebelumnya sempat disambut positif pasar.

Menurutnya, kondisi tersebut kembali memunculkan pola perdagangan berbasis perang (war trade) yang telah terlihat sejak awal konflik. Kenaikan harga minyak mendorong ekspektasi inflasi, yang pada akhirnya meningkatkan imbal hasil obligasi dan memperkuat dolar AS.

Baca Juga: Tanker Minyak Lolos Selat Hormuz, Meluncur ke Kilang Hyundai Oilbank di Korea Selatan

Indeks dolar AS menguat sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 0,5%.

Harga minyak melonjak dan pasar saham bergerak tidak stabil karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat aktivitas pelayaran keluar masuk kawasan Teluk turun drastis.

Amerika Serikat dilaporkan menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade. Iran pun menyatakan akan melakukan pembalasan, sehingga meningkatkan risiko bahwa gencatan senjata antara kedua negara tidak akan bertahan hingga masa berlakunya berakhir pada Selasa.

Teheran juga menyatakan tidak akan mengikuti putaran kedua perundingan yang sebelumnya diharapkan AS dapat dimulai sebelum masa gencatan senjata berakhir.

Sejak AS dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, harga emas telah turun sekitar 8%. Penurunan tersebut terjadi karena kenaikan harga energi meningkatkan risiko inflasi dan membuat suku bunga global berpotensi bertahan tinggi lebih lama.

Baca Juga: Optimisme AI Angkat Nikkei, Isu Timur Tengah Tak Banyak Menggoyang

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena tidak memberikan imbal hasil.

Strategis di OCBC, Christopher Wong, menilai arah pergerakan emas dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen risiko global dan perkembangan negosiasi gencatan senjata.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 0,5% menjadi US$ 80,36 per ons, platinum stabil di US$ 2.103,38 per ons, dan paladium melemah 0,1% menjadi US$ 1.556,45 per ons.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×