kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Harga Kedelai Melemah, Pasar Menanti Hasil Pertemuan Trump dan Xi


Jumat, 18 September 2026 / 20:28 WIB
Harga Kedelai Melemah, Pasar Menanti Hasil Pertemuan Trump dan Xi
Pemandangan dari drone memperlihatkan kapal pengangkut muatan curah di Pelabuhan Paranagua. (REUTERS/Rodolfo Buhrer)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga kedelai berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) melemah pada perdagangan Jumat (18/9), setelah reli harga soymeal mereda.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pekan depan yang akan membahas sejumlah isu perdagangan, termasuk pembelian komoditas pertanian AS oleh China.

Kontrak kedelai CBOT yang paling aktif turun 0,8% menjadi US$13,09 per bushel pada pukul 12.33 GMT.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun Tipis Kamis (14/5), Pasar Tunggu Hasil Pertemuan Trump-Xi

Harga sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun sebesar US$13,35 per bushel pada Jumat pekan lalu, ditopang serangkaian pembelian kedelai AS oleh China.

Namun, laju pembelian baru dari China mulai melambat sehingga pasar kembali mencermati perkembangan hubungan dagang kedua negara.

"Pembelian baru China melambat dan perhatian kini beralih ke pertemuan tingkat tinggi AS-China," kata ADM Agriculture dalam catatannya.

Pertemuan Trump dan Xi menjadi penting bagi pasar kedelai karena China merupakan pembeli utama komoditas tersebut. Pelaku pasar mencermati apakah pertemuan itu akan menghasilkan komitmen baru terkait peningkatan perdagangan produk pertanian AS ke China.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga dijadwalkan bertemu dengan mitranya dari China pada akhir pekan ini.

Baca Juga: Emas Dunia Naik Tipis ke US$ 4.699 Kamis (14/5) Pagi, Menanti Pertemuan Trump-Xi

Pertemuan tersebut dinilai dapat memberikan gambaran awal mengenai kemungkinan komitmen kedua negara untuk memperluas perdagangan produk pertanian.

Selain faktor permintaan China, penguatan dolar AS turut menekan harga komoditas yang diperdagangkan dalam dolar. Indeks dolar AS berada di level tertinggi dalam tujuh pekan setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga pada pekan ini.

Di pasar pakan ternak, harga soymeal turun 2,1% setelah sehari sebelumnya mencapai level tertinggi dalam dua tahun. Kenaikan sebelumnya dipicu kekhawatiran terhadap semakin ketatnya pasokan bahan baku pakan tersebut.

Sementara itu, perkembangan cuaca di wilayah Midwest AS mulai memberikan sedikit tekanan tambahan terhadap harga kedelai dan jagung.

Prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan akan berkurang di sejumlah wilayah pada pekan depan, sehingga kekhawatiran mengenai keterlambatan panen mulai mereda.

Harga jagung CBOT turun 0,4% menjadi US$5,285 per bushel, sedangkan gandum CBOT melemah 0,7% menjadi US$7,22 per bushel.

Untuk gandum, perhatian pasar juga kembali tertuju pada prospek pengurangan ketegangan di kawasan Laut Hitam.

Baca Juga: Bursa Asia Bergerak Variatif Kamis (14/5) Pagi, Pasar Tunggu Hasil Pertemuan Trump-Xi

Laporan AFP menyebut Turki telah mengajukan proposal kepada Rusia dan Ukraina terkait gencatan serangan terhadap kapal komersial di kawasan tersebut.

Meski demikian, pelaku pasar masih skeptis terhadap kemungkinan tercapainya terobosan dalam waktu dekat. BMI memperkirakan gangguan ekspor dari Rusia dan Ukraina masih akan menopang harga gandum dan jagung hingga akhir tahun.

BMI menilai belum ada prospek kuat untuk normalisasi volume ekspor Laut Hitam dalam waktu dekat sehingga ekspektasi pasar terhadap penyelesaian konflik dalam waktu dekat dinilai terlalu dini.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×