Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan Kamis (14/5/2026) pagi, ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) di tengah fokus pasar terhadap pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Mengutip Reuters, harga spot gold naik 0,3% menjadi US$ 4.699,87 per ons troi pada pukul 00.45 GMT. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni tercatat stabil di level US$ 4.706,90 per ons troi.
Baca Juga: Inflasi AS Memanas, Dolar Perkasa Jelang Pertemuan Trump-Xi pada Kamis (14/5)
Pelaku pasar saat ini menantikan hasil pertemuan Trump dan Xi yang dinilai krusial bagi arah hubungan dagang kedua negara serta perkembangan geopolitik global, termasuk konflik Iran.
Trump dijadwalkan menjalani serangkaian pertemuan dengan Xi Jinping di Beijing guna membahas berbagai isu strategis, mulai dari perdagangan, pengendalian ekspor, hingga perang di Timur Tengah.
Di sisi lain, pelemahan dolar AS turut menopang harga emas karena membuat logam mulia tersebut lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Dari sisi ekonomi, tekanan inflasi AS masih menjadi perhatian utama pasar. Data terbaru menunjukkan indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI) AS mencatat kenaikan terbesar dalam empat tahun terakhir pada April 2026, dipicu lonjakan biaya barang dan jasa di tengah konflik Timur Tengah.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Tipis Kamis (14/5) Pagi, Brent ke US$ 105,76
Selain itu, Senat AS juga telah menyetujui Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve yang baru.
Penunjukan tersebut terjadi di tengah meningkatnya tekanan inflasi yang berpotensi menyulitkan bank sentral AS untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Presiden Federal Reserve Boston Susan Collins mengatakan, tekanan inflasi akibat perang Iran diperkirakan akan mereda secara bertahap. Meski demikian, pasar masih mencermati arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
Sementara itu, pasar emas fisik di India juga menjadi sorotan. Diskon harga emas di India dilaporkan melebar hingga lebih dari US$ 200 per ons pada Rabu (13/5), setelah kenaikan bea impor memicu aksi jual investor di tengah lemahnya permintaan domestik.
Baca Juga: Kevin Warsh Sah Jadi Bos The Fed, Pasar Cermati Arah Suku Bunga AS
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,4% menjadi US$ 87,64 per ons troi. Sedangkan platinum naik 0,7% ke level US$ 2.151,38 dan paladium menguat 0,4% menjadi US$ 1.506,19 per ons troi.












