kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.905   -4,00   -0,02%
  • IDX 5.982   55,92   0,94%
  • KOMPAS100 775   10,04   1,31%
  • LQ45 597   8,14   1,38%
  • ISSI 207   1,65   0,80%
  • IDX30 332   4,29   1,31%
  • IDXHIDIV20 427   5,20   1,23%
  • IDX80 89   1,16   1,33%
  • IDXV30 117   1,22   1,06%
  • IDXQ30 109   1,21   1,12%

Harga Minyak Dunia Naik, Konflik Houthi-Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan


Rabu, 14 Oktober 2026 / 09:28 WIB
Harga Minyak Dunia Naik, Konflik Houthi-Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan
ILUSTRASI. Harga minyak Brent naik 0,8% ke US$ 106,58 per barel akibat konflik Houthi-Arab Saudi, sementara ekspor diesel Rusia membatasi kenaikan.? (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – TOKYO. Harga minyak dunia naik pada perdagangan Rabu (14/10/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan akibat konflik antara kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran dan Arab Saudi. Di sisi lain, potensi peningkatan ekspor diesel Rusia menjadi faktor yang dapat membatasi kenaikan harga minyak.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent untuk kontrak berjangka naik 89 sen atau 0,8% menjadi US$ 106,58 per barel pada pukul 00.30 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) menguat 80 sen atau 0,9% menjadi US$ 94,94 per barel.

Pada perdagangan Selasa (13/10/2026), harga Brent tercatat turun 0,9%. Sebaliknya, harga WTI menguat 0,4%.

Kepala Strategi Nissan Securities Investment, Hiroyuki Kikukawa, mengatakan kekhawatiran mengenai pasokan minyak akibat konflik Houthi dan Arab Saudi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga.

"Kekhawatiran pasokan yang berasal dari konflik antara Houthi dan Arab Saudi mendorong harga lebih tinggi," kata Kikukawa.

Baca Juga: Iran Ubah Taktik Serang Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terancam

Meski demikian, ia menilai prospek peningkatan ekspor diesel Rusia berpotensi meredakan ketatnya pasokan di pasar energi global. Kondisi tersebut diperkirakan membatasi pergerakan harga minyak agar tidak melonjak terlalu tajam ke salah satu arah.

"Namun, ekspektasi bahwa peningkatan ekspor diesel Rusia akan meredakan ketatnya pasokan di pasar kemungkinan akan membatasi pergerakan harga yang tajam ke arah mana pun," ujar Kikukawa.

Ia memperkirakan harga minyak mentah WTI akan bergerak dalam kisaran US$ 90 hingga US$ 100 per barel.

Serangan Houthi terhadap Arab Saudi Tingkatkan Risiko Pasokan

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian pasar setelah kelompok Houthi menyerang sebuah gedung administrasi milik perusahaan minyak negara Arab Saudi, Saudi Aramco, di kota Dhahran. Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan serangan tersebut menyebabkan kebakaran dalam skala terbatas pada Rabu.

Dalam sepekan terakhir, kelompok Houthi juga meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak ke wilayah Arab Saudi. Serangan tersebut merupakan aksi balasan atas dukungan Riyadh terhadap pasukan pemerintah Yaman.

Bandara internasional Riyadh dilaporkan telah menjadi sasaran serangan sebanyak empat kali. Salah satu serangan pada Sabtu menewaskan 13 orang.

Perkembangan tersebut menambah kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah, yang merupakan salah satu wilayah penting dalam rantai pasokan minyak global.

Sebelumnya, pada bulan lalu, Arab Saudi meningkatkan produksi minyak meskipun pengiriman minyak mengalami gangguan akibat perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Selasa menyatakan bahwa peningkatan produksi Arab Saudi tersebut turut mendorong kenaikan produksi yang signifikan dari kelompok OPEC+, yang mencakup negara-negara anggota OPEC dan mitranya, termasuk Rusia.

Baca Juga: Inflasi Produsen China Melampaui Ekspektasi, CPI Masih Tertahan

Selat Hormuz dan Ekspor Diesel Rusia Jadi Perhatian Pasar

Selain konflik Houthi dan Arab Saudi, pasar minyak juga mencermati perkembangan keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Dua pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran sedang menerapkan taktik baru untuk menargetkan kapal-kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.

Langkah itu disebut bertujuan mempertahankan harga minyak pada level tinggi sekaligus memengaruhi pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan minyak dunia. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan biaya pengiriman dan memperketat pasokan energi global.

Di sisi lain, prospek peningkatan ekspor diesel Rusia ke Amerika Serikat menjadi faktor yang dapat meredakan tekanan di pasar energi.

Pemerintah Rusia pada Selasa menyatakan tidak melihat hubungan langsung antara perundingan perdamaian dengan Ukraina dan kesepakatan ekspor diesel ke AS.

Pernyataan tersebut muncul setelah Reuters melaporkan bahwa utusan AS pada Jumat telah menyampaikan kepada pejabat Ukraina bahwa kesepakatan ekspor diesel itu merupakan bagian dari upaya untuk mendorong Rusia kembali ke meja perundingan guna mencapai penyelesaian damai.




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×