kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Harga Minyak Melemah, Terseret Harapan Kelancaran Pengiriman Pasokan di Selat Hormuz


Sabtu, 11 Juli 2026 / 06:03 WIB
Harga Minyak Melemah, Terseret Harapan Kelancaran Pengiriman Pasokan di Selat Hormuz
ILUSTRASI. Minyak Brent dan WTI ditutup melemah tipis pada Jumat (10/7/2026), namun catatkan kenaikan mingguan signifikan. (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - HOUSTON. Harga minyak ditutup melemah setelah putaran terbaru pertempuran Amerika Serikat (AS)-Iran karena para investor semakin berharap bahwa pengiriman akhirnya akan dilanjutkan di Selat Hormuz, tetapi harga berakhir dengan kenaikan mingguan yang tajam.

Jumat (10/7/2026), harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman September 2026 ditutup melemah 29 sen atau 0,38% menjadi US$ 76,01 per barel.

Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 ditutup melemah 67 sen atau 0,93% menjadi US$ 71,41 per barel.

Sepanjang pekan ini, harga minyak Brent naik sekitar 5,50% dan WTI menanjak hampir 4%.

"Pasar ini siap, bersedia, dan mampu untuk bereaksi terhadap kabar baik atau setidaknya tidak ada kabar buruk," kata John Kilduff, mitra di Again Capital. "Dan tampaknya eskalasi tidak akan memburuk."

Baca Juga: Jepang Dorong Dana Pensiun Pulang Kampung, Pasar Global Waspadai Arus Modal Berbalik

Dengan berakhirnya serangan udara balasan dan janji dimulainya kembali pembicaraan antara AS dan Iran minggu depan, para pedagang menantikan pembukaan kembali Selat Hormuz.

"Anehnya, harga minyak turun setelah melonjak mendekati $76 per barel, bahkan ketika Selat Hormuz secara efektif ditutup kembali, terutama karena keyakinan bahwa kekuatan militer Amerika Serikat tidak akan membiarkan Selat Hormuz ditutup untuk jangka waktu yang lama," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group, dalam catatan pagi.

Pada hari Kamis, angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer AS di negara-negara Teluk setelah serangan AS di provinsi pesisir selatan dan timur Iran.

Harga minyak sedikit menurun setelah laporan Reuters mengatakan bahwa negosiator Qatar berada di Iran untuk bertemu dengan pejabat Iran dalam upaya untuk meredakan ketegangan dan menciptakan kondisi agar negosiasi yang lebih luas dapat berlanjut.

Secara terpisah, media Iran melaporkan beberapa ledakan di seluruh Iran selatan. Daerah tersebut termasuk Bushehr, tempat salah satu pembangkit nuklir negara itu berada.

Eskalasi permusuhan baru-baru ini antara AS dan Iran dapat menggagalkan perkiraan Badan Energi Internasional (IEA) tentang surplus pasar minyak yang signifikan tahun depan, kata IEA.

Perkembangan ini telah menunda pembukaan kembali sepenuhnya Selat Hormuz, yang sebelumnya mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dan gas global harian sebelum dimulainya perang pada 28 Februari.

Kurangnya serangan baru AS terhadap Iran semalam kemungkinan besar menekan harga minyak, meskipun penurunan arus melalui Selat Hormuz membatasi penurunan tersebut, kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Baca Juga: Badan Pelayaran PBB Serukan Negara-Negara Tolak Upaya Iran Kendalikan Selat Hormuz

Kapal tanker gas alam cair telah melewati selat tersebut dalam beberapa hari terakhir, menurut data pelacakan kapal, tetapi lalu lintas harian secara keseluruhan telah melambat.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pekan ini bahwa ia tidak berpikir perang akan "bermula kembali" dan bahwa "apa pun yang terjadi akan segera berakhir".

"Meskipun AS meningkatkan serangan terhadap situs militer di Iran, pasar mendapat sedikit kepastian dari keputusan pemerintahan Trump untuk 'menghindari penargetan infrastruktur energi Iran'," kata ahli strategi komoditas ANZ, Daniel Hynes.

Di tempat lain, IEA menurunkan proyeksi produksi minyak Rusia karena serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi negara tersebut, kata badan tersebut pada hari Jumat.

Produksi bensin Rusia turun ke level yang setara dengan hanya sekitar 65% dari konsumsi rata-rata musiman setelah serangan drone Ukraina menyebabkan penghentian di kilang minyak besar, menurut dua sumber industri dan perhitungan Reuters.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×