kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.809.000   -16.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.242   1,00   0,01%
  • IDX 7.155   25,11   0,35%
  • KOMPAS100 968   1,52   0,16%
  • LQ45 691   0,09   0,01%
  • ISSI 259   0,08   0,03%
  • IDX30 381   -1,10   -0,29%
  • IDXHIDIV20 467   -4,85   -1,03%
  • IDX80 108   0,08   0,07%
  • IDXV30 136   -1,27   -0,93%
  • IDXQ30 122   -0,94   -0,76%

Harga Minyak Naik, Pasar Waspadai Gangguan Energi dan Arah Suku Bunga Global


Senin, 27 April 2026 / 08:59 WIB
Harga Minyak Naik, Pasar Waspadai Gangguan Energi dan Arah Suku Bunga Global
ILUSTRASI. Harga minyak Brent melonjak 2% di tengah konflik Timur Tengah. Kekhawatiran inflasi memuncak, memaksa bank sentral menahan suku bunga (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak dunia menguat pada awal pekan seiring mandeknya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang memperpanjang gangguan ekspor energi dari Timur Tengah. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar serta pembuat kebijakan menjelang agenda padat pertemuan bank sentral global.

Berdasarkan laporan Reuters, Senin (27/4/2026), harga minyak acuan Brent naik lebih dari 2% dan menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan di kisaran US$107,97 per barel pada perdagangan awal Asia. Kenaikan ini memperkuat kekhawatiran inflasi, sehingga pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini.

Di sisi lain, kontrak berjangka indeks saham AS S&P 500 melemah tipis 0,3%, setelah pasar saham mencatat rekor penutupan tertinggi pada akhir pekan lalu, didorong oleh optimisme terhadap saham berbasis kecerdasan buatan (AI).

Pergerakan mata uang global relatif terbatas. Dolar AS menguat tipis, sementara euro turun 0,15% ke level US$1,1706 dan yen Jepang melemah ke posisi 159,53 per dolar.

Selat Hormuz Jadi Sorotan Pasar

Meskipun gencatan senjata telah meredakan sebagian besar pertempuran dalam konflik yang dipicu serangan AS-Israel terhadap Iran dua bulan lalu, perhatian pasar kini tertuju pada penutupan Selat Hormuz.

Baca Juga: Korut Makin Lengket ke Rusia, Kim Janji Terus Dukung Kebijakan Putin

Selat ini merupakan jalur vital distribusi energi global, sehingga gangguan di wilayah tersebut mendorong lonjakan harga minyak dan gas. Harga rata-rata LNG untuk pengiriman Juni ke Asia Timur Laut tercatat US$16,70 per MMBtu pekan lalu, naik sekitar 61% dibandingkan sebelum konflik.

Analis Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak Brent akhir tahun dari US$80 menjadi US$90 per barel, dengan asumsi normalisasi ekspor energi dari kawasan Teluk pada akhir Juni.

Namun, mereka memperingatkan potensi kenaikan harga yang lebih tajam jika persediaan energi global turun ke level kritis. “Kenaikan harga non-linear dapat terjadi jika stok mencapai titik sangat rendah, sesuatu yang belum terlihat dalam beberapa dekade terakhir,” tulis analis dalam laporan mereka.

Ketidakpastian Kebijakan Moneter

Kondisi pasar energi yang bergejolak membuat pelaku pasar memperkirakan sebagian besar bank sentral akan menahan suku bunga pada pekan ini.

Bank of Japan diperkirakan menjadi yang pertama mengambil keputusan dengan mempertahankan suku bunga jangka pendek di level 0,75%. Sementara itu, Federal Reserve diprediksi tidak mengubah suku bunga dalam pertemuan yang kemungkinan menjadi yang terakhir bagi Ketua Jerome Powell.

Bank sentral lainnya seperti European Central Bank dan Bank of England juga diperkirakan mempertahankan suku bunga, meski pasar masih mengantisipasi potensi kenaikan lebih lanjut di akhir tahun.

Baca Juga: Diam-Diam, China Siapkan Senjata Ekonomi Baru Hadapi AS, Ini Buktinya!

Bob Savage dari BNY menilai bank sentral seharusnya tidak terburu-buru mengetatkan kebijakan hanya untuk merespons tekanan inflasi jangka pendek.

Kinerja Saham Teknologi Jadi Sorotan

Selain kebijakan moneter, perhatian investor juga tertuju pada laporan keuangan perusahaan teknologi besar AS. Sekitar 44% kapitalisasi pasar dalam indeks S&P 500 dijadwalkan merilis kinerja pekan ini.

Perusahaan teknologi raksasa seperti Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Meta Platforms akan melaporkan kinerja pada Rabu, disusul Apple pada Kamis.

Optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) tetap menjadi pendorong utama minat investor terhadap saham teknologi.

Kombinasi antara ketegangan geopolitik, lonjakan harga energi, dan ketidakpastian kebijakan moneter membuat pasar global tetap berada dalam kondisi rentan.

Selama gangguan pasokan energi dari Timur Tengah belum sepenuhnya pulih, volatilitas harga minyak dan tekanan inflasi diperkirakan akan terus membayangi perekonomian global dalam waktu dekat.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×