kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Minyak Stabil, Investor Mempertimbangkan Permintaan China & Kenaikan Suku Bunga


Selasa, 25 April 2023 / 11:35 WIB
Harga Minyak Stabil, Investor Mempertimbangkan Permintaan China & Kenaikan Suku Bunga
ILUSTRASI. Harga minyak stabil pada Selasa karena investor mempertimbangkan perjalanan liburan yang kuat di China.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak stabil pada Selasa karena investor mempertimbangkan perjalanan liburan yang kuat di China yang dapat meningkatkan permintaan bahan bakar. Potensi tersebut mengimbangi prospek kenaikan suku bunga di sejumlah negara besar yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Harga minyak mentah Brent naik 4 sen dolar AS menjadi US$ 82,77 per barel pada 10.45 WIB. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 6 sen dolar AS menjadi US$ 78,82 per barel.

Minyak berjangka telah naik lebih dari 1% pada hari Senin di tengah optimisme bahwa perjalanan liburan di China akan meningkatkan permintaan bahan bakar di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Baca Juga: Harga Minyak Naik 3 Hari Beruntun, Ada Optimisme Kenaikan Permintaan dari China

Pemesanan di China untuk perjalanan ke luar negeri selama liburan May Day mendatang menunjukkan pemulihan berkelanjutan dalam perjalanan ke negara-negara Asia. Namun, jumlahnya tetap jauh dari tingkat pra-Covid, dengan harga tiket pesawat jarak jauh melonjak dan tidak tersedia cukup penerbangan.

"Investor menyatakan optimisme bahwa perjalanan liburan China akan meningkatkan permintaan bahan bakar di importir minyak terbesar dunia," kata Leon Li, seorang analis di CMC Markets kepada Reuters.

Li menambahkan, ekspektasi perlambatan pertumbuhan produk domestik bruto AS pada kuartal pertama mendorong mundurnya indeks dolar AS kemarin. " Pelemahan dolar AS mendukung kenaikan harga minyak," ujar dia.

Baca Juga: Perputaran Uang Selama Ramadan-Lebaran Menyokong Ekonomi Indonesia

Dolar AS yang lebih lemah dapat membantu permintaan global akan minyak dengan membuatnya lebih murah bagi pemegang mata uang non-dolar AS.

Namun, investor tetap mewaspadai bank sentral di Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa yang berpotensi menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi, yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan energi.

Federal Reserve AS, Bank of England, dan European Central Bank diperkirakan akan menaikkan suku bunga ketika mereka bertemu di minggu pertama bulan Mei.

Investor pada hari Selasa menunggu data industri mengenai stok minyak AS. Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan data menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sekitar 1,7 juta barel dalam seminggu hingga 21 April. Data pemerintah AS tentang inventaris akan dirilis pada hari Rabu.




TERBARU

[X]
×