kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Harga Minyak Turun, Perundingan di Timur Tengah Mengurangi Kekhawatiran Serangan Baru


Selasa, 27 Oktober 2026 / 21:42 WIB
Harga Minyak Turun, Perundingan di Timur Tengah Mengurangi Kekhawatiran Serangan Baru
ILUSTRASI. Harga Minyak Dunia (REUTERS/Christian Hartmann)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak berjangka turun pada Selasa (27/10/2026) karena perhatian pasar beralih ke pembicaraan perdamaian di Timur Tengah. Meski demikian, harga tetap berada di dekat level tertinggi dalam beberapa bulan di tengah konflik yang terus berkecamuk antara kelompok Houthi dan Arab Saudi, serta potensi serangan baru oleh AS dan Israel yang membayangi pasar.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka turun US$ 1,00, atau 0,86%, menjadi US$ 114,81 per barel pada pukul 1311 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 78 sen, atau 0,77%, menjadi US$ 100,98 per barel.

Kepala Dewan Keamanan Iran, Mohsen Rezaei, bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei pada hari Selasa, sehari setelah melakukan pembicaraan dengan perwakilan dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan.

Media pemerintah melaporkan bahwa Khamenei menekankan pentingnya memperjuangkan kepentingan Iran dan mempertahankan syarat-syarat yang ditetapkan Iran untuk mengakhiri perang.

Baca Juga: Houthi Klaim Serang Kilang Minyak Terbesar Arab Saudi, Pasokan Minyak Bisa Terganggu

Keempat negara tersebut sepakat untuk melanjutkan pembicaraan dengan tujuan memperkuat kerja sama di bidang perdamaian dan keamanan, menurut media pemerintah Iran.

Namun, peluang perdamaian terganggu oleh serangan baru yang dilancarkan kelompok Houthi di Yaman—yang berafiliasi dengan Iran—terhadap Arab Saudi, produsen minyak utama. 

Pada hari Selasa, kelompok Houthi menyatakan telah menyerang kilang minyak Ras Tanura milik Arab Saudi—kilang terbesar di kerajaan tersebut—dengan menggunakan rudal balistik. 

Oktober menjadi bulan terburuk bagi serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya, menurut data yang dihimpun oleh sebuah lembaga pemikir (think tank) yang berbasis di Washington, yang telah melacak insiden keamanan maritim di seluruh dunia sejak 2017.

Baca Juga: Rusia-Ukraina Mulai Gencatan Senjata di Oleshky, Serangan di Wilayah Lain Berlanjut

Bank asal Swiss, UBS, menyatakan bahwa harga minyak mentah Brent diperkirakan akan tetap tinggi, mendekati US$ 110 per barel hingga akhir tahun, dengan alasan ketidakstabilan pasokan dari Timur Tengah serta ketidakpastian geopolitik. Sebelumnya, mereka memprediksi harga akan berada di angka US$ 100 per barel pada akhir tahun ini.

Menurut UBS, meskipun lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz meningkat, jumlah serangan terhadap kapal juga turut bertambah. Risiko ini berpotensi menjadi lebih serius jika dukungan angkatan laut AS melemah.

Pekan lalu, harga minyak mentah Brent melonjak hingga lebih dari US$ 117 per barel—level tertinggi sejak April—dipicu oleh serangkaian serangan Iran terhadap kapal-kapal tanker di sekitar Selat Hormuz. Pada hari Senin, harga Brent kembali menyentuh angka $117 per barel.

"Saat ini, terdapat premi risiko yang signifikan dalam harga minyak mentah, yang mencerminkan kekhawatiran akan kemungkinan serangan dari AS/Israel terhadap Iran dalam beberapa minggu mendatang," ujar Bjarne Schieldrop, seorang analis di SEB.

Para investor juga tengah mencermati perkembangan dari pemilihan umum di Israel yang berlangsung pada hari Selasa.

"Hasil pemilihan parlemen di Israel hari ini bisa menjadi faktor penting bagi perkembangan konflik dengan Iran. Jika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terpilih kembali, ia mungkin akan berupaya mendorong perubahan rezim di Iran," tulis para analis dari Commerzbank.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×