kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Houthi Klaim Serang Kilang Minyak Terbesar Arab Saudi, Pasokan Minyak Bisa Terganggu


Selasa, 27 Oktober 2026 / 21:39 WIB
Houthi Klaim Serang Kilang Minyak Terbesar Arab Saudi, Pasokan Minyak Bisa Terganggu
ILUSTRASI. IRAN-CRISIS/YEMEN-HOUTHI (via REUTERS/HOUTHI MILITARY MEDIA)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran pada Selasa (27/10/2026) mengklaim telah menyerang kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi menggunakan rudal balistik. Serangan tersebut menambah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global dan meningkatnya risiko konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan itu menyebabkan kebakaran di kompleks Ras Tanura. Fasilitas tersebut merupakan kilang minyak terbesar di Arab Saudi yang juga mencakup terminal pengiriman minyak dan terletak di pesisir Teluk, di sebelah barat Selat Hormuz.

Hingga berita ini ditulis, otoritas Arab Saudi belum memberikan konfirmasi langsung mengenai serangan tersebut. Namun, Bloomberg News mengutip seorang sumber yang mengetahui persoalan itu yang menyebutkan bahwa Arab Saudi telah berhasil mengendalikan kebakaran di dekat terminal Ras Tanura.

Baca Juga: Target Produksi Pesawat Boeing 737 Diproyeksi Tak Akan Tercapai Hingga Awal 2027

Ras Tanura memiliki kapasitas pengolahan sekitar 550.000 barel minyak per hari. Kilang tersebut sempat ditutup sementara pada bulan-bulan awal perang Iran sebagai langkah pencegahan.

Arab Saudi menyalurkan hampir seluruh ekspor minyaknya melalui dua pelabuhan utama, yakni Ras Tanura di kawasan Teluk dan Yanbu di pesisir Laut Merah. Kedua fasilitas tersebut sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan Houthi.

Selain menyerang Ras Tanura, Houthi mengklaim telah menargetkan dua pesawat angkut militer di Bandara Najran dan sebuah pangkalan udara di Khamis Mushait. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi langsung dari pemerintah Arab Saudi mengenai klaim tersebut.

Pada Selasa sore, otoritas pertahanan sipil sempat mengeluarkan peringatan serangan udara di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan telah mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan Houthi ke arah Riyadh.

Houthi juga mengklaim berhasil memukul mundur pergerakan pasukan yang mereka sebut didukung Arab Saudi dari wilayah selatan menuju Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran penting di Laut Merah.

Sebelumnya, pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi telah mengusir Houthi dari sejumlah wilayah pesisir yang direbut kelompok tersebut pada September. Perkembangan itu mengurangi kendali Houthi atas jalur pelayaran minyak strategis di Laut Merah.

Sementara itu, stasiun televisi Al Masirah yang berafiliasi dengan Houthi melaporkan adanya serangan udara Arab Saudi terhadap Kota Mocha di Yaman. Belum ada konfirmasi langsung dari pihak Arab Saudi terkait laporan tersebut.

Peningkatan pertempuran antara Houthi dan Arab Saudi semakin memperburuk situasi keamanan kawasan. Konflik tersebut juga telah merusak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022 antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan Houthi, yang menguasai ibu kota Yaman, Sanaa.

Baca Juga: Saham Global Menguat, Harga Minyak Turun di Tengah Konflik Timur Tengah

Eskalasi ini terjadi sekitar delapan bulan setelah perang Iran dimulai, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap meluasnya konflik regional dan terganggunya pasokan minyak dunia.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bertemu dengan pejabat Iran di Teheran pada Senin (26/10) untuk membahas upaya meredakan konflik kawasan.

Parlemen Mesir juga pada Senin memberikan wewenang kepada militer negara tersebut untuk membantu mempertahankan Arab Saudi jika diminta. Langkah itu diambil setelah Mesir menyatakan sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan ketiga negara tersebut dalam pakta pertahanan bersama.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa konflik yang melibatkan Houthi, Arab Saudi, dan Iran berpotensi melibatkan lebih banyak negara, sekaligus menambah risiko terhadap keamanan jalur pelayaran dan stabilitas pasokan energi global.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×