Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengklaim telah menyerang sejumlah lokasi penting yang menjadi jalur pasokan dan transportasi minyak mentah Arab Saudi menuju pelabuhan ekspor utama Yanbu di Laut Merah, Senin (27/7/2026).
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan, serangan tersebut merupakan respons atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran wilayah udara Yaman oleh pesawat nirawak (drone) Arab Saudi.
Baca Juga: Porsche Pangkas Total 9.000 Pekerjaan hingga 2035
Hingga berita ini diturunkan, raksasa minyak milik pemerintah Arab Saudi, Saudi Aramco, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait klaim serangan tersebut.
Sebelumnya, Arab Saudi mengalihkan distribusi minyak mentahnya ke pelabuhan Yanbu melalui jaringan pipa timur-barat (east-west pipeline).
Langkah ini dilakukan untuk menghindari gangguan pelayaran di Selat Hormuz akibat serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran pada Februari lalu.
Pekan lalu, Houthi juga mengancam akan memperluas gangguan terhadap pasokan minyak global dengan mengumumkan blokade terhadap industri minyak Arab Saudi di Laut Merah. Ancaman tersebut sempat mendorong harga minyak dunia melonjak lebih tinggi.
Baca Juga: Volkswagen Buka Peluang Kolaborasi Strategis dengan Gotion di PowerCo
Sebagai respons, Arab Saudi melancarkan serangan udara ke sejumlah fasilitas militer Houthi di Pelabuhan Hodeidah, Yaman.
Riyadh menyatakan langkah itu dilakukan untuk melindungi jalur pelayaran dan keamanan distribusi energi di kawasan tersebut.














