kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Ancaman Houthi Paksa Dua Kapal Tanker Minyak Saudi Ubah Rute Pelayaran


Selasa, 21 Juli 2026 / 20:53 WIB
Ancaman Houthi Paksa Dua Kapal Tanker Minyak Saudi Ubah Rute Pelayaran
ILUSTRASI. Kapal Tanker - Selat Hormuz (REUTERS/Kim Soo-hyeon)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Ancaman blokade laut yang diumumkan kelompok Houthi mulai memengaruhi jalur pengiriman minyak dari Arab Saudi.

Dua kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Saudi untuk China dan India dilaporkan berbalik arah di Laut Merah pada Selasa (21/7/2026), setelah kelompok Houthi memperingatkan perusahaan pelayaran agar tidak melakukan aktivitas di pelabuhan Arab Saudi.

Baca Juga: Ranking FIFA Terbaru: Spanyol Nomor 1, Norwegia Melesat 12 Peringkat

Berdasarkan data pelacakan kapal dari LSEG, kedua kapal tanker tersebut mengubah rute pelayarannya menuju Terusan Suez.

Pada Senin (20/7), kelompok Houthi yang didukung Iran mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi.

Langkah tersebut membuka potensi front baru dalam konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, sekaligus meningkatkan ancaman terhadap pasokan energi global serta perdagangan internasional di luar kawasan Teluk.

Melalui surat elektronik yang dikirim kepada sejumlah perusahaan pelayaran, Houthi memperingatkan agar kapal tidak melakukan kegiatan bongkar muat di pelabuhan Arab Saudi.

Kelompok itu menyatakan kapal yang melanggar peringatan tersebut dapat menjadi sasaran serangan "di lokasi mana pun".

Baca Juga: Krisis Timur Tengah Bayangi Pertemuan ASEAN, Ketegangan Laut China Selatan Memanas

Houthi menguasai wilayah utara Yaman, termasuk pesisir Selat Bab el-Mandeb yang menjadi pintu masuk Laut Merah.

Sementara itu, Pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah selama ini menjadi jalur utama ekspor jutaan barel minyak Timur Tengah untuk menghindari Selat Hormuz yang terdampak konflik.

Kapal tanker berukuran Very Large Crude Carrier (VLCC) Xin Long Yang, yang selesai memuat sekitar 2 juta barel minyak mentah Saudi di Pelabuhan Yanbu pada Senin, semula dijadwalkan berlayar menuju China melalui pintu keluar Laut Merah. Namun, kapal tersebut kemudian berputar arah dan bergerak menuju Terusan Suez.

Hal serupa dilakukan kapal tanker jenis Aframax Rodos, yang mengangkut sekitar 700.000 barel minyak mentah Saudi untuk India. Kapal tersebut juga berbalik arah menuju Terusan Suez pada Selasa.

Hingga berita ini ditulis, Dynacom Tankers Management selaku pengelola kapal Rodos maupun Cosco Shipping yang mengelola Xin Long Yang belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Baca Juga: AS dan China Dijadwalkan Gelar Dialog AI pada September

Selain itu, kapal tanker VLCC New Prime, yang dijadwalkan tiba di Yanbu pekan ini untuk memuat minyak mentah, juga dilaporkan berbalik arah saat berada di lepas pantai Oman.

Pengelola kapal, Associated Maritime Co HK, juga belum memberikan komentar.

Perubahan rute ini berpotensi memperpanjang waktu pengiriman minyak menuju Asia.

Apabila kapal tanker harus melewati Terusan Suez, alih-alih keluar melalui Selat Bab el-Mandeb, perjalanan menuju Asia dapat bertambah hingga beberapa pekan karena kapal harus melintasi Laut Mediterania dan mengitari Benua Afrika.

Kapal tanker berukuran Aframax dapat melintasi Terusan Suez dalam kondisi bermuatan penuh. Sementara itu, kapal VLCC yang berukuran lebih besar juga dapat menggunakan Terusan Suez, tetapi harus mengurangi sebagian muatannya terlebih dahulu.

Minyak tersebut kemudian dapat dialirkan melalui jaringan pipa SUMED menuju Laut Mediterania sebelum kembali dimuat ke kapal untuk melanjutkan perjalanan.


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×