Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Dua kapal tanker yang bermuatan minyak mentah berhasil keluar dari Selat Hormuz pada pekan lalu dengan pelacak dimatikan untuk menghindari serangan Iran. Hal tersebut terungkap dari data pengiriman Kpler, menggarisbawahi tren peningkatan untuk mempertahankan ekspor minyak Timur Tengah.
Kapal tanker minyak mentah super besar (VLCC) Basrah Energy memuat 2 juta barel minyak mentah Upper Zakum dari terminal Zirku milik Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC) pada tanggal 1 Mei dan meninggalkan Selat Hormuz pada tanggal 6 Mei, menurut data yang dirilis pada Senin (11/5/2026).
Kapal berbendera Panama tersebut membongkar muatannya di Terminal Tanker Minyak Fujairah pada tanggal 8 Mei, menurut data tersebut.
Baca Juga: Trump Murka: Tolak Tanggapan Iran Terhadap Proposal Perdamaian AS
Belum jelas perusahaan mana yang menyewa tanker yang dimiliki dan dikelola oleh pengirim Sinokor. Sinokor tidak segera menanggapi permintaan komentar di luar jam kerja.
ADNOC dan para pembelinya baru-baru ini telah mengirimkan beberapa kapal tanker yang bermuatan minyak mentah melalui Selat Hormuz dalam upaya untuk memindahkan minyak yang terperangkap di Teluk akibat konflik Timur Tengah.
Secara terpisah, kapal tanker VLCC lainnya adalah Kiara M, yang keluar dari Teluk pada hari Minggu (10/5/2026) dengan transpondernya dimatikan, menurut data yang ada.
Belum jelas di mana kapal tanker berbendera San Marino itu akan membongkar 2 juta barel minyak mentah Irak yang ada di dalamnya.













