Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Harry Kane resmi memenangkan Ballon d'Or 2026 dan mengakhiri penantian Inggris selama 25 tahun untuk kembali memiliki pemain yang dinobatkan sebagai pesepak bola terbaik dunia.
Striker Bayern Munchen berusia 33 tahun itu menjadi pemain Inggris pertama yang memenangkan Ballon d'Or sejak Michael Owen pada 2001.
Mengutip BBC Sport, Kane juga menjadi pemain Inggris kelima yang berhasil meraih penghargaan bergengsi tersebut setelah Stanley Matthews, Bobby Charlton, Kevin Keegan, dan Owen.
Kemenangan Kane terasa semakin menarik karena ia meraih Ballon d'Or tanpa memenangkan dua trofi terbesar di sepak bola musim lalu, yakni Liga Champions dan Piala Dunia.
Baca Juga: Real Madrid Akhirnya Hentikan Boikot Ballon d'Or Setelah Dua Tahun
Kane Cetak 73 Gol dalam Semusim
Salah satu alasan utama Harry Kane memenangkan Ballon d'Or adalah performa luar biasanya sepanjang musim 2025-26.
Bersama Bayern Munchen, Kane mencetak 61 gol dalam 51 pertandingan di semua kompetisi.
Jumlah tersebut menjadi rekor gol terbanyak yang pernah dicetak seorang pemain Bayern dalam satu musim.
Jika ditambah penampilannya bersama Timnas Inggris, Kane mengoleksi 73 gol dan delapan assist dalam 65 pertandingan sepanjang musim.
Dari 61 gol bersama Bayern, sebanyak 36 gol dicetak di Bundesliga. Kane menjadi top skor kompetisi tersebut dengan keunggulan 17 gol dari pesaing terdekatnya.
Di Liga Champions, Kane mencetak 14 gol meski Bayern harus tersingkir di semifinal. Ia juga mengemas 10 gol di DFB-Pokal, termasuk hattrick saat Bayern mengalahkan Stuttgart 3-0 di final.
Kane turut mencetak satu gol di Piala Super Jerman.
Jumlah 73 gol Kane bersama klub dan negara hanya kalah dari catatan Lionel Messi yang mencetak 82 gol untuk Barcelona dan Argentina pada musim 2011-12.
Baca Juga: Ballon d'Or Harus Juara Piala Dunia? Ini Fakta dan Rekor Sejak 1995
Pemain Bayern Pertama sejak Rummenigge
Kemenangan Kane juga mengakhiri penantian panjang Bayern Munchen.
Ia menjadi pemain Bayern pertama yang memenangkan Ballon d'Or sejak Karl-Heinz Rummenigge pada 1981.
Sebelum Kane, beberapa legenda Bayern seperti Gerd Muller dan Robert Lewandowski juga pernah menjadi kandidat kuat dalam perebutan penghargaan tersebut, tetapi tidak berhasil memenangkannya.
Dengan torehan 73 gol dalam satu musim, Harry Kane akhirnya sukses membawa nama Inggris kembali ke puncak Ballon d'Or.
Baca Juga: Peluang Infantino Terpilih Lagi sebagai Presiden FIFA Masih Terbuka, Ini Sebabnya














