Harta karun peninggalan bangsa Romawi ditemukan di Turki, ini isinya

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:23 WIB Sumber: Kompas.com
Harta karun peninggalan bangsa Romawi ditemukan di Turki, ini isinya

ILUSTRASI. ilustrasi koin emas. Harta karun peninggalan bangsa Romawi ditemukan di Turki, ini isinya


KONTAN.CO.ID - Anatolia. Penemuan harta karun kembali terjadi. Terbaru, hartu karun ditemukan di Turki. Harta karun ini diperkirakan berasal dari bangsa Romawi.

Harta karun tersebut ditemukan oleh arkeolog Turki. Selain harta karun, arkeolog juga menemukan 400 makam kuno berusia 1.800 tahun.

Harta karun itu diperkirakan peninggalan orang Romawi di kota kuno Blaundos, terletak di distrik Ulubey di kota Usak, Anatolia, Turki.  Makam kuno yang yang ditemukan dipenuhi sarkofagus, dengan hiasan gambar cabang pohon anggur, tandan anggur, bunga, hewan, dan tokoh mitologi. 

Hal tersebut meninggalkan petunjuk bahwa keluarga menggunakan makam ini untuk penguburan selama beberapa generasi. “Makam dibuka kembali untuk setiap anggota keluarga yang meninggal. Upacara pemakaman diadakan, lalu ditutup kembali,” ujar Birol Can, seorang arkeolog di Universitas Usak di Turki dan kepala Proyek Penggalian Blaundos dikutip dari Live Science, Senin (18/10/2021).

Menurut Can, orang-orang Blaundos membangun pekuburan di lereng ngarai karena sifat lereng yang berbatu di sekitar kota, dan teknik penguburan yang paling disukai yakni makam berbentuk kamar yang diukir di bebatuan padat.

Baca juga: Mengintip harta karun di Afganistan bernilai triliunan dolar AS yang kini diincar

Harta karun

Para arkeolog juga menemukan banyak petunjuk bahwa orang-orang yang meninggal itu berasal dari zaman Romawi. Misalnya, dari pecahan tembikar dan koin yang ditemukan di makam yang digali menunjukkan bahwa mereka berasal dari abad kedua hingga keempat Masehi, selama periode Romawi. "Selain itu, teknik lukisan dinding yang menutupi dinding, kubah dan langit-langit makam serta gaya adegan vegetal dan figuratif yang digambarkan pada mereka menunjukkan karakteristik Romawi," kata Can.

Namun, Can juga mengatakan, komplek pemakan itu jugamenjaadi target perampok makam, yang menghancurkan pemakaman karena mereka mencuri harta karun berupa perhiasan berharga dan artefak lainnya dari makam tersebut selama berabad-abad.

Kota kuno Blaundos

Dilansir Daily Sabah, Blaundos dibangun di atas sebuah bukit yang menghadap ke Grand Ulubey Canyon. Hanya terdapat satu pintu masuk ke kota dari utara, dan dikelilingi lembah yang mencapai kedalaman 70 meter di beberapa titik.

Kota Blaundos sebenarnya merupakan cabang dari ngarai Usak, salah satu sistem ngarai terpanjang di dunia. Adapun kota ini didirikan saat masa Alexander Agung, dan ada selama periode Romawi-Bizantum. Blaundos terbuka untuk turis.

Penggalian

Meskipun para arkeolog mengetahui tentang nekropolis selama lebih dari 150 tahun, tidak pernah dilakukan penggalian di Blaudos. Penggalian dilakukan pada 2018, dengan tujuan mendokumentasikan reruntuhan dan mempersiapkan proyek konservasi.

Saat menggali salah satu makam ruang batu, ditemukan tulang manusia yang berasal dari abad kedua hingga ketiga Masehi. Sejauh ini, telah diidentifikasi dua kuil, teater, pemandian umum, gimnasium, basilika, tembok kota, gerbang, hingga saluran air.

“Selain itu, kita tahu bahwa ada banyak struktur keagamaan, publik, dan sipil yang masih di bawah tanah,’ ujar Can. Penggalian terus berlanjut dan tahun ini fokus pada perkuburan. “Sebagai hasil dari pekerjaan ini, yang terkadang berbahaya, dokumentasi sekitar 400 makam ruang batu terlihat di permukaan telah selesai,” tutur Can.

Para arkeolog menemukan banyak petunjuk bahwa orang-orang yang meninggal berasal dari zaman Romawi. Petunjuk-petunjuk tersebut seperti pecahan tembikar dan koin yang ditemukan di makam, menunjukkan berasal dari abat kedua hingga keempat Masehi, selama periode Romawi.

“Selain itu, teknik lukisan yang menutupi dinding, kubah, dan langit-langit makam, serta gaya adegan vegetal dan figuratif yang digambarkan menunjukkan karakteristik Romawi,” jelas Can.

Makam kamar batu

Tim menemukan berbagai jenis makam kamar batu, termasuk struktur kompleks yang dibentuk dengan mengatur kamar satu demi satu. “Kamar-kamar ini tidak dibuat sekaligus. Dapat dipahami dari jejak-jejak di dinding, bahwa makam-makam ini awalnya dirancang sebagai satu ruangan,” tutur Can.

Sementara itu, lanjut dia, beberapa makam masih mempunyai artefak yang kemungkinan dimaksudkan untuk membantu orang yang meninggal di akhirat. Barang-barang tersebut seperti cermin, cincin, gelang, jepit rambut, peralatan medis, ikat pinggang, cangkir minum, dan lampu minyak, semuanya menjelaskan orang-orang yang dimakamkan di kuburan, termasuk jenis kelamin, pekerjaan, kebiasaan, dan tanggal pemakaman.

Lukisan

Dinding dan langit-langit ruang pemakaman didekorasi dengan lukisan warna warni yang rumit, meskipun banyak yang sudah rusak selama ribuan tahun. Can menuturkan, mural di kamar-kamar masih terlihat tapi kondisinya buruk. “Beberapa dari makam digunakan sebagai tempat perlindungan bagi hewan oleh para penggembara sejak lama,” ujar Can.

Masih ada ratusan kuburan yang harus digali, dan semua lukisan dinding serta harta karun lainnya akan terungkap dengan penggalian yang dilakukan ke depan. Tim juga berencana melakukan studi DNA dan kimia yang akan mengungkapkan leluhur yang meninggal, termasuk jenis kelamin, usia, dan kebiasaan makan.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "400 Makam Kuno Berusia 1.800 Tahun dan Harta Karun Romawi Ditemukan di Turki",


Penulis : Mela Arnani
Editor : Rizal Setyo Nugroho

 

Selanjutnya: Taliban umumkan perburuan harta karun kuno berusia 2.000 tahun

 

Editor: Adi Wikanto

Terbaru