kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.565   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Hindari penularan corona, Twitter wajibkan 4.900 karyawannya untuk bekerja dari rumah


Kamis, 12 Maret 2020 / 10:11 WIB
ILUSTRASI. Twitter wajibkan 4.900 karyawannya untuk bekerja dari rumah. REUTERS/Mike Blake/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Twitter mewajibkan 4.900 karyawannya untuk bekerja dari rumah sesuai dengan posting blog. Hal ini dikarenakan wabah virus corona (COVID-19) yang terus menyebar luas di seluruh dunia.

Langkah ini sekarang wajib, karena perusahaan mengatakan memiliki "tanggung jawab untuk mendukung komunitas kami, dan mereka yang rentan." "Kami memahami bahwa ini adalah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi ini adalah saat yang belum pernah terjadi sebelumnya," lanjut postingan tersebut dikutip dari CNBC.

Baca Juga: Tangkal corona, Presiden Trump batasi warga eropa yang akan ke AS mulai Jumat besok

Perusahaan telah mengatakan bahwa mereka akan terus membayar kontraktor dan pekerja per jam yang tidak dapat melakukan tugas mereka saat bekerja dari rumah.

Twitter bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang mendorong karyawan untuk bekerja dari jarak jauh. Google pada hari Rabu meminta sebagian besar tenaga kerja globalnya untuk melakukannya, setelah meminta pada hari Selasa bahwa 100.000 karyawannya di Amerika Utara tinggal di rumah. 

Baca Juga: Hati-hati! Virus corona bisa tetap menempel di plastik dan stainless hingga tiga hari

Amazon telah meminta karyawan di negara bagian yang terkena virus corona, seperti Washington, New York, dan California agar tidak datang ke kantor.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×