kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Hindari penularan corona, Twitter wajibkan 4.900 karyawannya untuk bekerja dari rumah


Kamis, 12 Maret 2020 / 10:11 WIB
ILUSTRASI. Twitter wajibkan 4.900 karyawannya untuk bekerja dari rumah. REUTERS/Mike Blake/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Twitter mewajibkan 4.900 karyawannya untuk bekerja dari rumah sesuai dengan posting blog. Hal ini dikarenakan wabah virus corona (COVID-19) yang terus menyebar luas di seluruh dunia.

Langkah ini sekarang wajib, karena perusahaan mengatakan memiliki "tanggung jawab untuk mendukung komunitas kami, dan mereka yang rentan." "Kami memahami bahwa ini adalah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi ini adalah saat yang belum pernah terjadi sebelumnya," lanjut postingan tersebut dikutip dari CNBC.

Baca Juga: Tangkal corona, Presiden Trump batasi warga eropa yang akan ke AS mulai Jumat besok

Perusahaan telah mengatakan bahwa mereka akan terus membayar kontraktor dan pekerja per jam yang tidak dapat melakukan tugas mereka saat bekerja dari rumah.

Twitter bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang mendorong karyawan untuk bekerja dari jarak jauh. Google pada hari Rabu meminta sebagian besar tenaga kerja globalnya untuk melakukannya, setelah meminta pada hari Selasa bahwa 100.000 karyawannya di Amerika Utara tinggal di rumah. 

Baca Juga: Hati-hati! Virus corona bisa tetap menempel di plastik dan stainless hingga tiga hari

Amazon telah meminta karyawan di negara bagian yang terkena virus corona, seperti Washington, New York, dan California agar tidak datang ke kantor.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×