kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Hingga 80% Populasi Uni Eropa Diperkirakan Telah Terinfeksi Covid-19


Kamis, 28 April 2022 / 08:03 WIB
ILUSTRASI. Soho Pharmacy, Handsworth, Birmingham, Inggris, 10 Januari 2022.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Komisi Eropa dalam laporannya hari Rabu (27/4) mengatakan bahwa antara 60% hingga 80% populasi Uni Eropa (UE) telah terinfeksi Covid-19. Saat ini Uni Eropa telah memasuki fase pasca-darurat di mana pelaporan kasus secara massal tidak lagi diperlukan.

Dalam fase baru ini, pemerintah UE terus berupaya meningkatkan angka vaksinasi  untuk anak-anak. Uni Eropa juga sedang mempertimbangkan rencana untuk mengembangkan antivirus.

Dilansir dari Reuters, Komisaris Kesehatan UE Stella Kyriakides dalam konferensi persnya hari Rabu mengatakan diperkirakan ada 60% hingga 80% populasi blok itu yang saat ini mengidap Covid-19.

Baca Juga: Kasus Melonjak Tinggi, WHO dan UNICEF Peringatkan Badai Besar Wabah Campak

Badan kesehatan masyarakat UE mengatakan kasus yang dilaporkan telah mencakup sekitar 30% dari populasi Eropa sejauh ini, tetapi jika infeksi yang tidak dilaporkan ditambahkan, kasus bisa mencapai 350 juta, sekitar 77% dari populasi Eropa.

UE sekarang melaporkan penurunan infeksi dan kematian terkait Covid-19. Namun, baru-baru ini lonjakan kembali terjadi. Hal ini kemungkinan karena virus terus bermutasi.

Sebagai tanggapan, Komisi Eropa menyarankan agar negara-negara menyiapkan rencana untuk beralih kembali ke mode darurat, dan harus meningkatkan vaksinasi.

Salah satu strategi yang hendak dioptimalkan adalah mendorong vasksinasi bagi mereka yang tidak divaksinasi, terutama pada anak-anak sebelum dimulainya masa sekolah baru di musim gugur.

Baca Juga: Ini Alasan WHO Sebut Dunia Makin Buta terhadap Pola Penularan Covid-19




TERBARU

[X]
×