Hubungan Alibaba dan Ant Dikabarkan Mulai Menegang

Rabu, 22 Juni 2022 | 16:02 WIB   Reporter: Selvi Mayasari
Hubungan Alibaba dan Ant Dikabarkan Mulai Menegang

ILUSTRASI. Logo Alibaba Group. REUTERS/Aly Song/File Photo


KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Kendati Ant Group telah memisahkan diri dari Alibaba Group Holding Ltd 11 tahun lalu, tetapi kedua perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma ini terus berkolaborasi secara erat untuk memaksimalkan keunggulan kompetitif mereka.

Namun, seperti dilansir dari Reuters, seorang sumber yang tak disebutkan namanya bilang bahwa keduanya telah mengambil langkah konkret untuk menetapkan batasan operasional yang ketat.

Padahal keduanya punya sejarah untuk saling menguatkan.

Ant yang dahulu tergabung ke dalam Alipay, diluncurkan oleh Alibaba pada tahun 2004 sebagai layanan pembayaran yang bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran pembeli dan penjual China tentang bertransaksi online di pasar e-commerce yang saat itu baru lahir di negara tersebut.

Baca Juga: Inflasi AS Tinggi, The Fed Diramal Kerek Suku Bunga 3 Kali Lagi pada Tahun Ini

Tujuh tahun kemudian, Jack Ma mengeluarkan Alipay dari dekapan Alibaba meskipun mendapat reaksi keras dari investor termasuk Yahoo, dengan alasan adanya potensi adanya aturan baru untuk melarang investasi asing di bisnis keuangan China.

Alipay kemudian berkembang menjadi manajemen keuangan dan layanan asuransi dan menggabungkan bisnis tersebut menjadi satu kesatuan yang disebut Ant Financial. Pada tahun 2020, perusahaan ini berganti nama kembali menjadi Ant Group.

Setelah Ant berpisah, kedua perusahaan mencapai kesepakatan di mana Ant akan membayar 37,5% dari laba sebelum pajaknya kepada Alibaba. Perjanjian itu berakhir pada 2019, ketika Alibaba mengakuisisi 33% saham Ant, yang masih dipegangnya.

Jack Ma saat ini mengendalikan Ant Financial, dan meskipun dia telah mengundurkan diri sebagai eksekutif di Alibaba dan dewan raksasa e-commerce, dia tetap menjadi anggota seumur hidup dari Alibaba Partners, sekelompok eksekutif yang memiliki hak untuk mencalonkan mayoritas dewan direksi Alibaba.

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru