kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.896   -37,00   -0,21%
  • IDX 6.052   20,42   0,34%
  • KOMPAS100 780   5,03   0,65%
  • LQ45 598   4,69   0,79%
  • ISSI 211   -0,16   -0,07%
  • IDX30 333   2,61   0,79%
  • IDXHIDIV20 426   3,78   0,90%
  • IDX80 89   0,56   0,64%
  • IDXV30 116   0,74   0,64%
  • IDXQ30 109   0,93   0,87%

Imbal Hasil Obligasi Jepang Turun, Ikuti Reli Treasury AS


Jumat, 09 Oktober 2026 / 08:57 WIB
Imbal Hasil Obligasi Jepang Turun, Ikuti Reli Treasury AS
ILUSTRASI. Yen Jepang (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang atau Japanese Government Bonds (JGB) turun untuk sesi kedua berturut-turut pada Jumat (9/10/2026).

Penurunan ini mengikuti reli obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) serta meredanya ekspektasi investor terhadap pengetatan kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ).

Melansir Reuters, Imbal hasil obligasi JGB tenor 10 tahun, yang menjadi acuan pasar, turun 4,5 basis poin (bps) menjadi 3,035%. Posisi tersebut merupakan penutupan terendah sejak 18 September 2026.

Baca Juga: Agen ICE Tembak Pria di New York, Anak Berusia 5 Tahun Ada di Dalam Mobil

Pergerakan imbal hasil berlawanan arah dengan harga obligasi, sehingga penurunan yield mencerminkan kenaikan harga obligasi.

Di pasar AS, imbal hasil US Treasury turun pada perdagangan Kamis setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam beberapa dekade.

Penurunan terjadi setelah lelang obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun mencatat permintaan yang kuat, sehingga meredakan tekanan di pasar obligasi global.

Jepang juga menggelar lelang obligasi tenor 30 tahun pada Kamis. Lelang tersebut mendapat permintaan yang solid dan membantu menstabilkan pasar JGB setelah imbal hasil obligasi tenor tersebut melonjak ke rekor tertinggi pada awal pekan.

Kepala Strategi Obligasi Mizuho Securities Noriatsu Tanji mengatakan, meredanya kenaikan suku bunga jangka panjang AS dan keberhasilan lelang obligasi Jepang membuat tekanan terhadap pasar obligasi Jepang relatif terbatas.

Baca Juga: Meta Blokir Iklan TikTok di Facebook dan Instagram, Berlaku Juga di Indonesia

"Dengan kenaikan suku bunga jangka panjang AS yang untuk sementara berhenti dan lelang obligasi tenor 30 tahun kemarin berlangsung lancar, tampaknya tidak ada tekanan besar yang membayangi pasar," kata Tanji dalam catatannya.

Di sisi kebijakan moneter, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lanjutan oleh BOJ juga mulai mereda. Investor kini cenderung memperkirakan kenaikan suku bunga berikutnya berlangsung pada Desember, bukan Oktober.

BOJ menaikkan, suku bunga acuannya menjadi 1,25% pada September dan memberi sinyal akan mengambil pendekatan hati-hati untuk penyesuaian kebijakan berikutnya.

Penurunan imbal hasil terjadi di berbagai tenor obligasi Jepang. Yield JGB tenor 30 tahun turun 5,5 bps menjadi 4,065%, sekaligus mencapai level penutupan terendah sejak 18 September.

Baca Juga: Bendera Raksasa Taiwan Terbang di Taipei Jelang Hari Nasional, Beijing Menentang

Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 20 tahun dan 40 tahun, yang merupakan tenor terpanjang di pasar Jepang, tidak berubah.

Untuk tenor yang lebih pendek, yield JGB dua tahun turun 1,5 bps menjadi 1,915%. Adapun yield obligasi tenor lima tahun melemah 3 bps menjadi 2,355%.

Obligasi tenor dua tahun menjadi salah satu instrumen yang paling sensitif terhadap arah suku bunga BOJ. Karena itu, pergerakan yield pada tenor tersebut turut mencerminkan perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Jepang.




TERBARU

[X]
×