kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi India Jadi 6,2%


Rabu, 23 April 2025 / 05:05 WIB
IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi India Jadi 6,2%
ILUSTRASI. Widows dance as they take part in Holi celebrations inside a temple in Vrindavan, in the northern state of Uttar Pradesh, India, March 12, 2025. REUTERS/Sahiba Chawdhary TPX IMAGES OF THE DAY


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Dana Moneter Internasional alias International Monetary Fund (IMF) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi India untuk tahun fiskal berjalan, seiring meningkatnya ketegangan perdagangan global dan ketidakpastian ekonomi yang terus membayangi.

Dalam laporan World Economic Outlook yang dirilis Selasa (22/4), IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi India menjadi 6,2%, turun dari 6,5% yang diperkirakan pada Januari lalu untuk tahun fiskal yang dimulai 1 April.

Baca Juga: Pendanaan Seret, Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang Dipangkas IMF

“Untuk India, prospek pertumbuhan relatif lebih stabil di angka 6,2% pada 2025, didukung oleh pengeluaran rumah tangga khususnya di wilayah pedesaan,” tulis IMF dalam laporannya.

Namun demikian, pemangkasan proyeksi ini mencerminkan kekhawatiran atas tingginya tingkat ketegangan perdagangan dan ketidakpastian global. Menurut IMF ini menjadi faktor utama perlambatan tidak hanya bagi India, tetapi juga sejumlah negara lainnya.

Laporan tersebut datang di tengah meningkatnya aksi saling balas tarif, terutama antara Amerika Serikat dan beberapa mitra dagangnya, yang turut menyeret sentimen pasar dan menekan aktivitas perdagangan internasional.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×