kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

Inggris dan India Sepakat Terapkan Perjanjian Perdagangan Bebas Mulai 15 Juli 2026


Rabu, 17 Juni 2026 / 22:04 WIB
Inggris dan India Sepakat Terapkan Perjanjian Perdagangan Bebas Mulai 15 Juli 2026
ILUSTRASI. Ilustrasi jabat tangan (Freepik/Pressfoto)


Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - LONDON. Perjanjian perdagangan bebas Inggris dengan India akan mulai berlaku pada 15 Juli, kata pemerintah Inggris pada hari Rabu (17/6). 

Kedua negara akhirnya mencapai kesepakatan untuk menerapkan perjanjian tersebut meskipun ada perselisihan mengenai rezim tarif baja London yang akan datang.

Para pejabat India telah mengemukakan kemungkinan untuk membuka kembali atau menunda penerapan FTA, yang bernilai £4,8 miliar (US$6,5 miliar) dan ditandatangani tahun lalu, karena kekhawatiran tentang dampak langkah-langkah perdagangan baja Inggris yang baru, yang akan mulai berlaku pada 1 Juli.

Baca Juga: Ada Peringatan 250 Tahun AS, Operasional Bandara Washington Akan Berhenti Pada 4 Juli

Namun, kedua negara sepakat untuk melanjutkan implementasi perjanjian perdagangan tersebut setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada KTT pemimpin G7 di Prancis.

"Perjanjian ini memberi eksportir Inggris keunggulan dibandingkan pesaing internasional, dan saya mendorong semua bisnis untuk memastikan mereka siap sepenuhnya," kata Menteri Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle dalam sebuah pernyataan.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, India akan memangkas tarif wiski menjadi 40% dari 150%, dan tarif otomotif dari 10% di bawah kuota menjadi 100%, sementara Inggris memangkas tarif untuk barang-barang seperti pakaian, alas kaki, dan beberapa makanan.

Pemerintah Inggris mengatakan bahwa perusahaan memiliki waktu 28 hari untuk mendaftar agar mendapatkan manfaat dari pengurangan tarif.

Baca Juga: Kesepakatan Iran Mencakup Dana US$ 300 Miliar, Setengahnya Telah Dikomitmenkan




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×