Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. India mengambil langkah untuk memperdalam hubungan dagang dengan Brasil dengan menandatangani perjanjian kerja sama di bidang pertambangan dan mineral pada Sabtu (21/2/2026). Langkah ini dilakukan guna memenuhi peningkatan permintaan baja dalam negeri serta mendukung ekspansi kapasitas di tengah persaingan global mendapatkan bahan baku.
Kesepakatan tersebut ditandatangani di hadapan Perdana Menteri India, Narendra Modi, dan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, yang tiba di New Delhi awal pekan ini untuk kunjungan selama tiga hari.
Brasil merupakan salah satu produsen bijih besi terbesar di dunia dan memiliki cadangan mineral penting untuk industri pembuatan baja. Pemerintah India menyatakan bahwa kerja sama yang lebih erat ini diharapkan dapat meningkatkan akses India terhadap bahan baku dan teknologi yang dibutuhkan guna menopang pertumbuhan jangka panjang sektor baja nasional.
Baca Juga: Hong Kong Siapkan Rp 8,2 Triliun untuk Beli Kembali Apartemen Korban Kebakaran
Dalam pernyataan resminya, pemerintah India menyebutkan bahwa kerja sama akan difokuskan pada upaya menarik investasi di bidang eksplorasi, pertambangan, serta infrastruktur sektor baja.
Saat ini, India memiliki kapasitas produksi baja sebesar 218 juta metrik ton. Perusahaan-perusahaan baja di negara tersebut tengah meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan domestik yang didorong oleh pembangunan infrastruktur dan industrialisasi.
Dalam pertemuan dengan delegasi Brasil yang dipimpin Lula, Modi mengatakan pembicaraan kedua pihak berfokus pada upaya memperdalam kemitraan perdagangan India-Brasil.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan perdagangan bilateral jauh melampaui US$ 20 miliar dalam lima tahun ke depan,” ujar Modi. Saat ini, nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai sekitar US$ 15 miliar.
Modi juga menambahkan bahwa kedua negara akan memperkuat kerja sama di bidang teknologi, inovasi, infrastruktur publik digital, kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan sektor lainnya.
Baca Juga: Asia Hadapi Ketidakpastian Baru, Trump Siap Berlakukan Tarif 10%
India dan Brasil telah menjadi mitra strategis sejak 2006, dengan kerja sama yang mencakup perdagangan, pertahanan, energi, pertanian, kesehatan, mineral kritis, teknologi, dan infrastruktur digital.
Brasil tercatat sebagai mitra dagang terbesar India di kawasan Amerika Latin dan Karibia. Kedua negara juga bekerja sama dalam berbagai isu global seperti reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), perubahan iklim, dan penanggulangan terorisme.
Pada Kamis lalu, Lula mendorong agar Brasil dan India melakukan perdagangan menggunakan mata uang masing-masing, alih-alih menggunakan dolar AS. Namun, ia membantah spekulasi bahwa kelompok BRICS, yang juga diikuti kedua negara, akan membentuk mata uang bersama.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)